Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Cokorda Pemecutan: Saya Tidak Memihak AWK, Tapi Guyubnya Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menanggapi situasi kisruh di saat pandemi dimana kedua pihak saling lapor yakni antara Senator Arya Wedakarna (AWK) dan sejumlah elemen masyarakat, Cokorda Pemecutan XI, AA. Ngurah Manik Parasara selaku tokoh masyarakat mengajak kedua pihak agar menahan diri.
"Bukan saya memihak kepada Wedakarna, tidak. Saya memihak kepada guyubnya Bali," ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (4/11/2020) sore.
Lebih lanjut, dia mengajak semua pihak untuk mengedepankan keutuhan dan kerukunan di Bali. Secara tidak langsung, kata dia, persoalan sosial yang menimbulkan konflik di masyarakat akan berdampak kepada kondusifitas keamanan di Bali, yang kemudian berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Bali.
"Saya sudah pensiun, tapi saya takut tidak ada apa, makan apa kita. Kalau di Sumatera masih bisa menanam karet. Di Jawa masih bisa nanam tebu, di sini apa? Kalau pariwisata kosong, habis kita. Sekarang PHK dan pandemi ini (dampak sosialnya) bukan main. Kita prihatin," sambungnya.
Cokorda mengakui telah bertemu bersama AWK belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, dia menyampaikan agar wacana yang disampaikan kepada publik agar disesuaikan agar tidak menimbulkan kegaduhan.
Sebagai tedung jagat di Denpasar, dia mengajak semua pihak sebaiknya berupaya mengentaskan kemiskinan yang dialami masyarakat saat ini. Menurutnya, kebijakan dan anggaran pemerintah, seyogyanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup masyarakat.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 331 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 326 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang