Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 4 November 2026
Cokorda Pemecutan: Saya Tidak Memihak AWK, Tapi Guyubnya Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menanggapi situasi kisruh di saat pandemi dimana kedua pihak saling lapor yakni antara Senator Arya Wedakarna (AWK) dan sejumlah elemen masyarakat, Cokorda Pemecutan XI, AA. Ngurah Manik Parasara selaku tokoh masyarakat mengajak kedua pihak agar menahan diri.
"Bukan saya memihak kepada Wedakarna, tidak. Saya memihak kepada guyubnya Bali," ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Kamis (4/11/2020) sore.
Lebih lanjut, dia mengajak semua pihak untuk mengedepankan keutuhan dan kerukunan di Bali. Secara tidak langsung, kata dia, persoalan sosial yang menimbulkan konflik di masyarakat akan berdampak kepada kondusifitas keamanan di Bali, yang kemudian berpengaruh pada kunjungan wisatawan ke Bali.
"Saya sudah pensiun, tapi saya takut tidak ada apa, makan apa kita. Kalau di Sumatera masih bisa menanam karet. Di Jawa masih bisa nanam tebu, di sini apa? Kalau pariwisata kosong, habis kita. Sekarang PHK dan pandemi ini (dampak sosialnya) bukan main. Kita prihatin," sambungnya.
Cokorda mengakui telah bertemu bersama AWK belum lama ini. Dalam pertemuan tersebut, dia menyampaikan agar wacana yang disampaikan kepada publik agar disesuaikan agar tidak menimbulkan kegaduhan.
Sebagai tedung jagat di Denpasar, dia mengajak semua pihak sebaiknya berupaya mengentaskan kemiskinan yang dialami masyarakat saat ini. Menurutnya, kebijakan dan anggaran pemerintah, seyogyanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup masyarakat.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Luka Batin, Cinta, dan Kebuntuan Hidup
Dibaca: 584 Kali
Kronologi Pria Ditemukan Tewas Tergantung Pohon di Legian
Dibaca: 457 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan