Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Angka Kehamilan Tidak Diinginkan di Bali Lebih Tinggi dari Nasional
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan stakeholder, mitra kerja dan instansi terkait tentang Hasil Analisis Lanjut Hasil Penelitian Kependudukan dan KB KS maka Perwakilan Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali menggelar Diseminasi Hasil Analisis Lanjut Hasil Penelitian Kependudukan KB KS.
Kegiatan ini diselanggarakan di Ruang Wacika BKKBN Bali pada Selasa (10/11). Kepala Perwalakilan BKKBN Provinsi Bali, Agus P Proklamasi dalam sambutannya menyampaikan bahwa penelitian sangat diperlukan untuk meningkatkan efektivas dan keberhasilan pelaksana Program Bangga Kencana.
“Perlu dukungan penelitian dan pengembangan untuk meningkatkan efektivitas dan keberhasilan pelaksanaan program Bangga Kencana secara nasional”, Jelasnya.
.jpeg)
Adapun hasil analisis lanjut hasil penelitian Kependudukan dan KB KS atau SKAP 2019 pada provinsi Bali yaitu Angka Kelahiran (TFR) menyentuh 2.30, Kebutuhan KB yang tidak terlayani (unmet need) sebesar 8,1 menunjukkan bahwa jumlah kebutuhan KB yang tidak terlayani sedikit, Angka pravelansi kontrasepsi (CPR) semua cara untuk perempuan usia 15-49 tahun sebanyak 65,95%, penggunaan metode kontrasepsi jangka Panjang (MKJP) sebanyak 43,09% dan Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) sedikit lebih tinggi dari rata-rata nasional yaitu sebesar 17,6 %.
Agus P Proklamasi juga menambahkan bahwa hasil penelitian kependudukan dan KB KS ini dapat digunakan sebagai bahan rekomendasi pengambil keputusan dalam upaya menghasilkan kebijakan berbasis bukti.
“Penelitian dan Pengembangan ini tentunya juga menjadi bahan rekomendasi bagi para pengambil keputusan/pengempu kepentingan dalam upaya menghasilkan kebijakan berbasis bukti,” tambahnya.
Seminar ini dilanjutkan dengan penyampaian narasumber diantara CPHI Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Kepala Bidang Pelatihan dan pengembangan serta sub Koordinator Perencanaan. Peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut berjumlah 30 orang dengan menerapkan protokol Kesehatan.
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 329 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 324 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang