Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Di Tengah Gempuran Media Online, Media Cetak Tetap Dapat Tempat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Meskipun saat ini telah ada pergeseran penggunaan media massa seperti media cetak bermigrasi ke media online yang telah terjadi sejak 20 tahun lalu, eksistensinya tetap mendapat tempat di masyarakat.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana (Unud), Ni Made Ras Amanda G mengatakan saat ini media cetak (koran) juga melakukan strategi dengan membuat versi online juga. Jadi, lanjutnya, bagaimanapun kemajuan teknologi akan sangat berpengaruh pada bagaimana manusia bertindak dan bagaimana pola konsumsi media tersebut.
"Koran tidak total akan hilang, meskipun jangkauanya tidak seperti sebelumnya. Saya tetap yakin, media cetak (koran) akan tetap ada selama masih ada para pembaca-pembacanya," jelasnya belum lama ini di Denpasar.
Selain itu juga, selama masih ada daerah-daerah yang belum terjangkau internet dan masih ada angkatan-angkatan atau umur-umur tertentu lebih nyaman membaca koran dibandingkan membaca di media online, maka, media koran akan tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
"Koran, saya rasa akan tetap dirindukan seperti contohnya, dahulu munculnya TV, Radio dibilang akan mati akan tetapi, hal tersebut tidak terjadi. Radio sampai saat ini masih tetap mengudara," tutupnya.
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4536 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2351 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun