Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Sejumlah Sekolah di Karangasem Kembali Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Sejumlah sekolah yang sebelumnya telah melaksanakan aktivitas pembelajaran tatap muka (PTM) di Karangasem kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) alias belajar dari rumah.
Sekolah - sekolah yang kembali menerapkan PJJ tersebut adalah sekolah yang wilayahnya dinyatakan masuk wilayah zona merah dan oranye penyebaran Covid-19 Kabupaten Karangasem berdasarkan Desa/Kelurahan dan banjar dinas.
Berdasarkan perkembangan Peta zonasi Covid-19 kabupaten Karangasem di desa kelurahan dan banjar dinas, per tanggal 3 Mei 2021 ini, dari sebelumnya tiga desa/kelurahan yang masuk dalam zona merah kini berkurang hanya menjadi dua wilayah yaitu Kelurahan Padangkerta dan Kelurahan Subagan.
Sedangkan untuk zona oranye dari sebelumnya hanya 3 wilayah, sekarang bertambah menjadi 7 wilayah Desa/ kelurahan diantaranya, Desa Bungaya, Kelurahan Karangasem, Desa Rendang, Desa Sibetan, Desa Duda, Desa Duda Utara dan Desa Labasari.
"Per tanggal 3 Mei 2021, Peta zonasi Covid-19 kabupaten karangasem berdasarkan desa kelurahan ada dua Kelurahan yang masuk zona merah dan 7 Desa/Kelurahan masuk zona orange," terang Kadinkes Karangasem, I Gusti Bagus Putra Pertama saat dikonfirmasi Senin, (03/05/2021).
Sementara itu, terkait dengan penundaan PTM di sejumlah sekolah karena masuk didalam peta zonasi Covid-19 juga dibenarkan oleh Kadisdikpora Kabupaten Karangasem, I Gusti Ngurah Kartika ketika dikonfirmasi.
"Terkait adanya penundaan PTM itu semuanya bersifat dinamis dan kembali menyesuaikan dengan peta zona di wilayahnya masing - masing, sehingga tidak bisa dipastikan berapa jumlahnya," ujarnya.
Ia menjelaskan, jika sekolah baik itu SD maupun SMP berada atau masuk didalam zona merah dan orange Covid-19, maka sesuai dengan ketentuan sekolah tidak bisa melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka. Begitu juga sebaliknya, jika zona merah atau orange beralih menjadi zona kuning dan hijau maka PTM bisa langsung dilaksanakan tentunya dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.
Di sisi lain, Penundaan PTM juga diakui oleh Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Selat, I Komang Gede Sudarsana ketika dihubungi, ia mengatakan mengingat wilayah sekolahnya masuk kedalam zona orange Covid-19, setelah berkordinasi dengan kordinator wilayah, akhirnya diputuskan mulai Selasa (04/02021) sekolah kembali menerapkan PJJ/BDR.
"Mulai besok seluruh siswa kembali belajar dari rumah masing-masing. kami dari pihak sekolah senantiasa mengikuti arahan pemerintah, untuk tetap senantiasa mengutamakan kesehatan dan keselamatan siswa, guru juga pegawai," tandasnya.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3930 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1369 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 930 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 857 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 728 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun