Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 14 Oktober 2026
Epidemiolog UI Prediksi Lonjakan Ketiga Covid-19 Saat Periode Ini
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tri Yunis Miko Epidemiolog Universitas Indonesia (UI) memprediksi lonjakan ketiga COVID-19 pada Desember 2021-Januari 2022.
Menurutnya, ancaman gelombang ketiga COVID-19 juga semakin besar jika capaian vaksinasi tidak sampai 50 persen pada Desember 2021.
"Prediksi Desember-Januari itu kemungkinan puncak ketiganya," kata Tri Yunis mengutip keterangan pers, Sabtu (25/9/2021).
Ia menambahkan, kalaupun capaian vaksinasi bisa sampai 50 persen, lonjakan kasus masih bisa tetap terjadi jika mobilitas masyarakat tidak dibatasi di periode libur panjang akhir tahun ini. Dalam skenario ini, lonjakan kasus diperkirakan akan terjadi selambat-lambatnya pada Maret 2022.
Tri Yunis juga mengingatkan, puncak kasus juga bisa terjadi jika penelusuran kontak lambat dan pengawasan saat pasien COVID-19 isolasi mandiri lemah.
"Jadi ya memang bakal mengalami puncak lagi, kalau 3T (test, tracing, treatment) lemah," ujarnya.
Akhir tahun ini, Indonesia menghadapi libur Natal dan tahun baru (Nataru). Ancaman gelombang ketiga COVID-19 dapat semakin nyata jika pengendalian mobilitas di masa libur Nataru tidak terkendali dengan baik.
“Indonesia akan menghadapi libur Natal serta tahun baru yang akan membuat mobilitas masyarakat kian tinggi.”
“Belajar dari sebelumnya, beberapa kali lonjakan kasus COVID-19 di Tanah Air terjadi setelah melewati libur panjang yang mengakibatkan mobilitas dan kerumunan orang meningkat,” sambungnya.
Berdasarkan pantauan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), tingkat mobilitas masyarakat saat ini sudah jauh meningkat dibandingkan masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat pada Juli atau masa PPKM level 4 pada awal Agustus.
Mobilitas di hampir semua provinsi menunjukkan peningkatan. Bahkan tingkat mobilitas di beberapa daerah seperti Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, sudah melampaui level sebelum pandemi. Oleh karena itu, Tri Yunis meminta kepada masyarakat untuk tetap patuhi protokol kesehatan.
“Jangan sampai kondisi yang sudah membaik dan jumlah kasus yang menurun, justru membuat lengah dan abai. Jika hal ini dilupakan, maka risiko peningkatan kasus akan menjadi kenyataan.”
Kewaspadaan dan kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan juga tidak boleh mengendur agar risiko itu dapat dihindari.
"Pandemi belum usai, potensi lonjakan kasus masih bisa terjadi. Karenanya tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan," pungkasnya.
Sumber ; Liputan6.com
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4322 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2015 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1876 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1552 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1370 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan