Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 11 Juli 2026
Bocah Memesan Es Krim, Totalnya Nyaris Rp11 Juta
BERITABALI.COM, DUNIA.
Seorang bocah umur 4 tahun di Sydney, Christian King memesan es krim dengan aplikasi pengiriman makanan melalui ponsel ayahnya.
Ia memesan semua gelato rasa favoritnya dan kue ulang tahun. Total pesanannya mencapai Rp11 juta.
Semua ini bermula ketika sang ayah memberikan ponselnya pada sang anak agar tak mengganggunya ketika menonton pertandingan sepak bola.
Christian meemesan gelato perdananya di Messina Gelato hingga AUD 1.139 yang setara Rp11 juta. Ia kemudian memberitahu ayahnya, ada sesuatu sedang dalam perjalanan.
Ayahnya, Kris King berkata hampir mengalami serangan jantung berdarah melihat pesanan itu. “Saya membolak-balik layar sekitar 30 kali. Lama sekali pesanannya, seperti 99 kue.”
Sebenarnya, Christian juga memesan 8 atau 9 es krim stroberi dan krim dan gelato dolce ganda kemasan tabung 1.5 liter ke Stasiun Pemadam Kebakaran Newtown, tempat King bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran.
King mengatakan putranya “tidak hanya memilih secara acak,” tapi juga memastikan juga mendapatkan dua tiramisu, dua kue jamur, dan sebatang coklat serta kue ulang tahun yang dipersonalisasi.
"Ia mungkin merencanakan ke depan untuk ulang tahunnya di bulan Januari, kata ayahnya." Untungnya UberEats setuju mengembalikan pesanan mereka begitu mengetahui itu adalah pesanan nakal Christian.(sumber: suara.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3648 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1307 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1218 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1057 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun