Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Karfa, Usaha Daur Ulang Sampah Plastik Berdayakan Disabilitas

Profitnya untuk Pembuatan Kaki Palsu

Senin, 17 Januari 2022, 14:50 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/Karfa, Usaha Daur Ulang Sampah Plastik Berdayakan Disabilitas.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, GIANYAR.

Karfa, gerakan sosial yang bernaung di bawah Yayasan Kaki Kita yang berbasis di Singaraja memberdayakan disabilitas sebagai Sumber Daya Manusia atau SDM. 

Bahkan profit dari usaha daur ulang sampah plastik yang mereka dirikan digunakan untuk pembuatan kaki palsu bagi disabilitas yang memerlukan. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan sekaligus Owner Karfa, I Made Adityasthaba. 

Dijumpai wartawan pada Minggu (16/1/2022), Karfa sekarang berfokus bergerak pada tiga hal sosial diantaranya: merawat luka diabetes, membuat kaki palsu untuk pasien tidak mampu dan pemberdayaan disabilitas.

"Untuk menjalankan roda yayasan dan misi kemanusiaan ini dengan mendirikan unit usaha yang bernama Karfa yang sedang fokus pada pengolahan sampah plastik," tuturnya.

Motivasi pertama, kata dia, disabilitas harus produktif, dengan menyiapkan lapangan kerja dan model pekerjaan yang dapat dilakoni. Untuk kinerja dan hasil, tentu tidak kalah dengan pekerja normal.  

"Dari pelatihan ini, awalnya kami bermimpi hal besar yakni memikirkan lingkungan dan disabilitas yang harus diberdayakan," ungkapnya.

Melalui Inkubasi Bisnis UNHI yang memberi ruang lebar kepada Karfa, Aditya mengatakan pihaknya selalu ikut dalam  pengembangan mindset. 

Gambaran penembangan bisnis, jenis produk, dan banyaknya disabilitas yang dapat diberdayakan. Pada 2027 pihaknya berharap mampu memberdayakan 30 orang disabilitas. 

"Sekarang baru 4 orang. Mengumpulkan disabilitas itu mudah, namun tantangannya memberdayakan agar produktif  secara berkelanjutan itu susah," akunya.

Untuk bahan baku, pihaknya mengaku berkolaborasi dengan pengepul melalui bank sampah atau rumah plastik. "Juga organisasi pecinta lingkungan, maupun warung makan yang mendonasikan sampahnya kepada kita," tutupnya.

Karfa saat ini sedang berada dalam naungan Inkubator Bisnis Universitas Hindu (Inbis Hindu) dan didukung para mentor HAWK yang berkompeten dalam pengembangan bisnis agar berkelanjutan.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/dps



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami