Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 6 Agustus 2026
Karfa, Usaha Daur Ulang Sampah Plastik Berdayakan Disabilitas
Profitnya untuk Pembuatan Kaki Palsu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Karfa, gerakan sosial yang bernaung di bawah Yayasan Kaki Kita yang berbasis di Singaraja memberdayakan disabilitas sebagai Sumber Daya Manusia atau SDM.
Bahkan profit dari usaha daur ulang sampah plastik yang mereka dirikan digunakan untuk pembuatan kaki palsu bagi disabilitas yang memerlukan. Hal itu disampaikan Ketua Yayasan sekaligus Owner Karfa, I Made Adityasthaba.
Dijumpai wartawan pada Minggu (16/1/2022), Karfa sekarang berfokus bergerak pada tiga hal sosial diantaranya: merawat luka diabetes, membuat kaki palsu untuk pasien tidak mampu dan pemberdayaan disabilitas.
"Untuk menjalankan roda yayasan dan misi kemanusiaan ini dengan mendirikan unit usaha yang bernama Karfa yang sedang fokus pada pengolahan sampah plastik," tuturnya.
Motivasi pertama, kata dia, disabilitas harus produktif, dengan menyiapkan lapangan kerja dan model pekerjaan yang dapat dilakoni. Untuk kinerja dan hasil, tentu tidak kalah dengan pekerja normal.
"Dari pelatihan ini, awalnya kami bermimpi hal besar yakni memikirkan lingkungan dan disabilitas yang harus diberdayakan," ungkapnya.
Melalui Inkubasi Bisnis UNHI yang memberi ruang lebar kepada Karfa, Aditya mengatakan pihaknya selalu ikut dalam pengembangan mindset.
Gambaran penembangan bisnis, jenis produk, dan banyaknya disabilitas yang dapat diberdayakan. Pada 2027 pihaknya berharap mampu memberdayakan 30 orang disabilitas.
"Sekarang baru 4 orang. Mengumpulkan disabilitas itu mudah, namun tantangannya memberdayakan agar produktif secara berkelanjutan itu susah," akunya.
Untuk bahan baku, pihaknya mengaku berkolaborasi dengan pengepul melalui bank sampah atau rumah plastik. "Juga organisasi pecinta lingkungan, maupun warung makan yang mendonasikan sampahnya kepada kita," tutupnya.
Karfa saat ini sedang berada dalam naungan Inkubator Bisnis Universitas Hindu (Inbis Hindu) dan didukung para mentor HAWK yang berkompeten dalam pengembangan bisnis agar berkelanjutan.
Reporter: bbn/dps
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 3392 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1310 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 921 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 843 Kali
Pedagang Sayur Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Denpasar
Dibaca: 683 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun