Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 17 Oktober 2026
Mengulik Sejarah Bebek Timbungan Bali, Dimasak dengan Bambu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bebek Timbungan adalah salah satu makanan khas Bali yang sudah cukup terkenal. Namun dibalik kelezatan rasanya makanan ini juga ternyata punya sejarah panjang.
Sejarah bebek timbungan sudah ditemukan ketika manusia masih berpindah-pindah atau nomaden. Pada masa itu manusia masih sangat bergantung dengan alam. Mulai dari alat memasak hingga bumbu yang akan dimanfaat didapatkan dari dalam hutan atau alam.
Timbungan sendiri berasal dari kata embung yang berarti bambu dalam bahas bali. Pada dasarnya timbungan merupakan sebuah teknik mengolah makanan menggunakan bambu sebagai alat memasak atau timbung.
Sejatinya, hewan olahan yang digunakan tidak hanya bebek, bahkan babi hutan, kerbau maupun ikan dapat di dijadikan timbungan, karena keunikan dan tingkat kesulitannya, banyak yang mempergunakan bebek sebagai bahan timbungan.
Menu bebek timbungan merupakan salah satu sajian terkenal dan tertua khas Pulau Dewata. Dirunut dari sejarah, menu bebek timbungan disajikan kepada raja-raja atau pejabat tinggi saat meggelar pesta pada zaman dahulu.
Pada mulanya bebek timbungan hanya dihidangkan pada ritual upacara adat Bali saja. Dikutip dari naskah kuno Dharma Caruban, salah satu menu Bali yang paling tradisional dalam upacara ritual adalah timbungan.
Timbungan sendiri berasal dari kata "embung atau timbung" yakni rebung bambu atau bambu muda. Namun pada masa kini bebek timbungan sudah bisa dinikmati oleh masyarakat.
Berbicara mengenai cara memasaknya, memasak bebek timbungan bukan hal yang mudah karena pada proses memasak bebek ini diperlukan bambu. Bambu yang digunakan tidak sembarangan melainkan bambu yang telah dipilih dengan berbagai pertimbangan.
Oleh karena itu bebek timbungan menghasilkan aroma yang unik dan cita rasa yang sangat enak.
Cita rasa dan aroma ini muncul karena bumbu yan dimasukan kedalam bambu untuk membumbui bebek telah ditambahkan rempah-rempah. Rempah-rempah ini juga bermanfaat menambah nilai gizi pada makanan. Untuk tekstur daging bebeknya empuk.
Bebek timbungan juga memiliki khasiat yang sangat penting karena pada dasarnya daging memiliki manfaat yaitu dapat mencegah anemia, melembabkan kulit, menyehatkan rambut, dan dapat memperkuat gigi dan tulang. (sumber : makanabis.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4446 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2090 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1990 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1627 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1467 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan