Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 22 Mei 2026
Mengulik Sejarah Bebek Timbungan Bali, Dimasak dengan Bambu
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bebek Timbungan adalah salah satu makanan khas Bali yang sudah cukup terkenal. Namun dibalik kelezatan rasanya makanan ini juga ternyata punya sejarah panjang.
Sejarah bebek timbungan sudah ditemukan ketika manusia masih berpindah-pindah atau nomaden. Pada masa itu manusia masih sangat bergantung dengan alam. Mulai dari alat memasak hingga bumbu yang akan dimanfaat didapatkan dari dalam hutan atau alam.
Timbungan sendiri berasal dari kata embung yang berarti bambu dalam bahas bali. Pada dasarnya timbungan merupakan sebuah teknik mengolah makanan menggunakan bambu sebagai alat memasak atau timbung.
Sejatinya, hewan olahan yang digunakan tidak hanya bebek, bahkan babi hutan, kerbau maupun ikan dapat di dijadikan timbungan, karena keunikan dan tingkat kesulitannya, banyak yang mempergunakan bebek sebagai bahan timbungan.
Menu bebek timbungan merupakan salah satu sajian terkenal dan tertua khas Pulau Dewata. Dirunut dari sejarah, menu bebek timbungan disajikan kepada raja-raja atau pejabat tinggi saat meggelar pesta pada zaman dahulu.
Pada mulanya bebek timbungan hanya dihidangkan pada ritual upacara adat Bali saja. Dikutip dari naskah kuno Dharma Caruban, salah satu menu Bali yang paling tradisional dalam upacara ritual adalah timbungan.
Timbungan sendiri berasal dari kata "embung atau timbung" yakni rebung bambu atau bambu muda. Namun pada masa kini bebek timbungan sudah bisa dinikmati oleh masyarakat.
Berbicara mengenai cara memasaknya, memasak bebek timbungan bukan hal yang mudah karena pada proses memasak bebek ini diperlukan bambu. Bambu yang digunakan tidak sembarangan melainkan bambu yang telah dipilih dengan berbagai pertimbangan.
Oleh karena itu bebek timbungan menghasilkan aroma yang unik dan cita rasa yang sangat enak.
Cita rasa dan aroma ini muncul karena bumbu yan dimasukan kedalam bambu untuk membumbui bebek telah ditambahkan rempah-rempah. Rempah-rempah ini juga bermanfaat menambah nilai gizi pada makanan. Untuk tekstur daging bebeknya empuk.
Bebek timbungan juga memiliki khasiat yang sangat penting karena pada dasarnya daging memiliki manfaat yaitu dapat mencegah anemia, melembabkan kulit, menyehatkan rambut, dan dapat memperkuat gigi dan tulang. (sumber : makanabis.com)
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1962 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1781 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1316 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1194 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah