Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




4 Pelaku Pembunuhan Karyawan Cuci Motor di Darmasaba Ditangkap, Polisi Ungkap Motifnya

Rabu, 20 Mei 2026, 20:10 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali/ist/4 Pelaku Pembunuhan Karyawan Cuci Motor di Darmasaba Ditangkap, Polisi Ungkap Motifnya.

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Kasus tewasnya seorang karyawan cuci motor berinisial DAD (25) yang jasadnya ditemukan terkubur di areal persawahan di Jalan Antasura, Banjar Cabe, Abiansemal, Badung akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.

Satuan Reserse Kriminal Polres Badung menangkap empat tersangka yang seluruhnya merupakan rekan kerja korban di wilayah Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada 18 Mei 2026.

Pengungkapan kasus ini disampaikan Kapolres Badung, Joseph Edward Purba saat menggelar konferensi pers di Mapolres Badung, Rabu (20/5/2026).

Kapolres menjelaskan, korban asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat tersebut tewas di tempat cuci motor “Mae Wash” di Jalan Antasura, Abiansemal, pada Kamis 7 Mei 2026 sekitar pukul 02.40 Wita.

Setelah korban tewas, para pelaku kemudian menguburkan jasadnya di areal persawahan menggunakan cangkul. Jasad korban baru ditemukan lima hari kemudian, tepatnya pada Selasa 12 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 Wita. "Dari hasil penyelidikan kami berhasil meringkus ke empat tersangka," beber AKBP Joseph.

Empat tersangka yang diamankan masing-masing berinisial DF (20) asal Lombok Timur, MKH (24) asal Jember, serta dua pelaku di bawah umur berinisial AFP (17) dan IPR (16), keduanya berasal dari Jember, Jawa Timur.

Menurut Kapolres, para pelaku ditangkap di dua lokasi berbeda di Kabupaten Jember. Namun saat proses pengembangan kasus, polisi terpaksa melakukan tindakan tegas terukur terhadap tersangka DF karena berusaha melarikan diri dan melawan petugas.

"Seorang tersangka yakni DF kami lakukan tindakan tegas terukur (kakinya ditembak) karena saat pengembangan berusaha melarikan diri dan melawan petugas,” tegas AKBP Joseph.

Mantan Kapolres Karangasem tersebut mengungkapkan aksi pembunuhan sadis itu sudah direncanakan para pelaku. Peristiwa bermula saat korban menghubungi tersangka DF melalui WhatsApp sekitar pukul 23.00 Wita untuk mengambil mesin kompresor di tempat cuci motor tempat mereka bekerja. Namun, tersangka DF disebut menyimpan dendam karena merasa sering diejek dan dibully korban selama bekerja.

"Sehingga tersangka DF mengajak ketiga temannya untuk menghabisi korban dengan tujuan merampas uang, sepeda motor dan telepon genggam milik korban," imbuh Kapolres.

Setelah sepakat, para pelaku mendatangi lokasi “Mae Wash” sekitar pukul 01.15 dini hari. Tersangka DF diketahui telah membawa pisau pemotong busa yang diselipkan di belakang pinggang.

Sekitar satu jam kemudian korban datang menggunakan sepeda motor Honda Beat merah. Saat korban menunduk mengambil kompresor, tersangka AFP langsung memukul kepala korban menggunakan botol kosong hingga korban tersungkur.

Para pelaku kemudian mengeroyok korban menggunakan tangan kosong, tendangan hingga kursi besi. Tidak berhenti di sana, tersangka DF menusuk punggung korban menggunakan pisau hingga mengalami luka parah.

Polisi menyebut pisau yang sempat bengkok itu kemudian diluruskan kembali dan digunakan untuk menggorok leher korban hingga meninggal dunia.

“Pisau yang digunakan untuk mengeksekusi korban sudah dibuang ke sungai dan masih dalam pencarian," bebernya.

Usai membunuh korban, para pelaku membersihkan darah di lokasi kejadian lalu mencari tempat untuk menguburkan jasad korban menggunakan cangkul milik tempat usaha cuci motor tersebut.

Mereka akhirnya menemukan lokasi penguburan di areal persawahan dekat tempat kejadian perkara. Jasad korban dimasukkan ke dalam karung dan dibawa menggunakan sepeda motor sebelum dikuburkan bersama-sama.

Menurut Kapolres, jasad korban dikubur pada kedalaman sekitar 50 sentimeter antara pukul 02.30 hingga 03.30 dini hari. Namun karena kondisi lokasi gelap, tubuh korban tidak tertutup sempurna dan bagian kaki masih terlihat.

Setelah kejadian, tersangka DF mengundurkan diri dari pekerjaannya melalui pesan WhatsApp kepada pemilik usaha dengan alasan pulang kampung karena urusan keluarga. Selanjutnya para pelaku melarikan diri ke Jawa Timur.

Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu cangkul, kursi besi rusak, dua unit sepeda motor Honda Beat dan Honda Blade, satu telepon genggam Redmi 8A, pakaian pelaku, hingga tas selempang hitam.

"Motor korban sudah dijual seharga Rp2.8 juta dan dibagi kepada para tersangka lain, sedangkan HP korban dibawa oleh para tersangka juga," ungkapnya.

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Editor: Redaksi

Reporter: bbn/spy



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami