Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 23 Oktober 2026
Karya di Pura Agung Besakih Nyejer Selama 21 Hari, Ini Jadwalnya
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Panitia Karya telah menetapkan susunan (dudonan) Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih Tahun 2022.
Sesuai dengan dudonan karya, rangkaian Karya Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Agung Besakih tahun 2022 ini dimulai pada 18 Februari 2022 dengan agenda Ngaturang pamiut, negtegang, ngunggahang sunari dan pengrajeg lan pengemit karya.
Lanjut pada tanggal 27 Februari 2022 dilaksanakan tahapan upacara Piuning Mider. Pada tanggal 1 Maret 2022 dilangsungkan upacara Mapepada lan Bhumi Sudha Memben. Setelah itu pada tanggal 2 Marer 2022 dilangsungkan upacara Tawur Tabuh Gentuh dan rangkaian penglemek tawur tabuh gentuh pada 5 Maret 2022.
Setelah itu, dudonan karya pada tanggal 6 Maret 2022 dilaksanakan pemasangan busana pelinggih, kemudian 8 hari setelahnya yaitu pada tanggal 14 Maret 2022 dilaksanakan upacara nuwur tirta lan nedunang ida bhatara.
Pada tanggal 15 Maret 2022 upacara melasti, besoknya tanggal 16 Maret 2022 upacara mepepada memben dan pada 17 Maret 2022 dilaksanakan puncak karya Ida Bahatara Turun Kabeh.
Menurut Bendesa Adat Besakih, Jero Mangku Widiarta saat dikonfirmasi Sabtu (12/02/2022) mengatakan, dalam rangkaian Tawur Tabuh Gentuh dan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Tahun 2022 ini, ida bhatara akan nyejer selama 21 hari terhitung dari puncak karya.
"Untuk karya tahun 2022 ini ada sedikit perbedaan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2020 dan 2021, ida bhatara nyejer selama 11 hari dari puncak karya, sedangkan Karya saat ini akan berlangsung selama 21 hari tujuannya agar bisa mengatur waktu," kata Jero Mangku Widiarta saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, dengan waktu yang lebih lama tersebut pihaknya ingin mengantisipasi kepadatan pemedek yang akan sembahyang ke Pura Agung Besakih, sehingga diharapkan dengan waktu yang lebih lama tersebut, nantinya para pemedek bisa mengatur waktu sembahyang agar tidak membludak.
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 4855 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4555 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2428 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2160 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2148 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan