Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 15 Oktober 2026
Penyebab Alami Pendarahan setelah Berhubungan Seks
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak orang mengira darah yang keluar setelah berhubungan seks adalah 'darah perawan'. Namun, pada beberapa wanita, pendarahan ini dapat terjadi setiap setelah berhubungan intim.
Pendarahan yang selalu terjadi tiap kali berhubugan seksual disebut postcoital bleeding. Meski terkadang mengkhawatirkan, tetapi obgyn mengatakan untuk tidak panik.
"Sejumlah kecil bercak mungkin normal dan baik-baik saja jika itu terjadi satu kali atau pada kesempatan langka," jelas ob-gyn dari Banner University Medical Center Phoenix, Nichole Mahnert, MD.
Namun, lebih baik memeriksakan diri ke dokter apabila terjadi lebih dari sekali.
"Sebagian besar penyebabnya tidak berbahaya, tetapi beberapa berbahaya," sambungnya.
Berdasarkan Health, berikut beberapa kemungkinan penyebab pendarahan postcoital:
1. Efek samping alat kontrasepsi
Salah satu manfaat utama dari kontrasepsi hormonal adalah kemampuannya untuk mengatur siklus menstruasi, dan semua jenis kontrasepsi hormonal dapat menyebabkan bercak setelah berhubungan seks.
"Biasanya, Anda akan mengalaminya ketika Anda memulai pil baru. Misalnya, dibutuhkan beberapa bulan bagi tubuh untuk menyesuaikan diri dengannya," sambung Mahnert.
Kontrasepsi hormonal juga bisa menyebabkan vagina kering, yang dapat mengakibatkan robekan atau pendarahan saat berhubungan intim.
2. Infeksi menular seksual
Infeksi menular seksual dapat menyebabkan banyak gejala yang tidak menyenangkan, dan perdarahan pasca-seks adalah salah satunya, terutama jika infeksi menyebabkan peradangan pada serviks yang disebut servisitis.
"Serviks yang sangat teriritasi bisa berdarah karena tergesek," lanjut Mahnert.
IMS seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis dapat menyebabkan servisitis.
3. Polip endometrium
Polip terlihat seperti benjolan kecil atau jerawat yang terbentuk di saluran reproduksi di leher rahim atau di dalam rahim.
Polip jinak, ukurannya bisa berkisar dari beberapa milimeter hingga sentimeter.
"Polip mengandung banyak pembuluh darah dan bisa berdarah jika terbentur. Jadi, Anda akan melihat sedikit darah setelah berhubungan seks," ujar Mahnert.
Perlu dicatat bahwa polip lebih sering terjadi pada wanita usia lanjut, umumnya di atas 40 tahun.
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4359 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2043 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1908 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1575 Kali
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1411 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan