Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Studi IMF: Penggunaan Kripto Lebih Tinggi di Negara Korup

Jumat, 15 April 2022, 17:25 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ekonomi.bisnis.com/Studi IMF: Penggunaan Kripto Lebih Tinggi di Negara Korup

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Dana Moneter Internasional (IMF) telah banyak menyerukan peraturan mengenai industri kripto, merujuk pada penggunaan aset digital ini secara umum di negara-negara yang dapat dianggap korup atau memiliki kontrol modal yang ketat.

Dengan kapitalisasi pasar industri lebih dari USD 2 triliun atau sekitar Rp 28,7 kuadriliun, sektor ini telah berkembang melampaui cakupan peraturan di beberapa negara.Kurangnya peraturan yang seragam ini telah menjadi penyebab utama keprihatinan otoritas global, termasuk IMF.

Sementara negara-negara seperti AS telah mengembangkan kerangka kerja yang mencegah pencucian uang, pendanaan terorisme, dan penipuan melalui kripto. 

Namun, sayangnya menurut IMF beberapa negara masih kekurangan kerangka kerja peraturan yang mengatur hal semacam itu.

Dilansir dari Yahoo Finance Kamis (14/4/2022), sebuah studi IMF baru-baru ini mensurvei 55 negara, dan menemukan hasil, aset kripto dapat digunakan untuk mentransfer hasil korupsi atau menghindari kontrol modal. 

IMF mengatakan, pihaknya menarik data dasar tentang penggunaan cryptocurrency dari informasi yang dikumpulkan dalam survei yang dilakukan oleh perusahaan Jerman, Statista. 

Survei tersebut mencakup 55 negara, dengan 2.000 hingga 12.000 responden dari masing-masing negara. Peserta ditanya apakah mereka memiliki atau menggunakan aset digital pada tahun 2020.

Organisasi tersebut mengatakan hasilnya layak untuk diperhatikan, tetapi juga mengatakan hasil tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati, mengingat ukuran sampel yang kecil dan kualitas data yang tidak pasti. (Sumber: Liputan6.com)

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami