Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
Dari Dapur Rumah, Keripik Ayam Biru Bali Tembus Produksi 400 Kg per Hari
Lewat Dukungan Klasterku Hidupku BRI
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Di tengah rutinitas mengurus rumah tangga, banyak ibu rumah tangga menyimpan mimpi untuk membantu perekonomian keluarga. Hal sederhana itulah yang menjadi awal perjalanan Ni Luh Sri Wahyuningsih membangun usaha Keripik Ayam Biru di Denpasar, Bali.
Berawal dari dapur rumahnya di kawasan Kesiman Petilan, Denpasar, Sri merintis usaha keripik ayam sejak tahun 2017 sambil tetap menjalankan perannya sebagai ibu rumah tangga.
Usaha kecil yang awalnya dikerjakan sendiri itu kini berkembang menjadi Klaster Keripik Ayam Biru dengan 28 anggota aktif dan kapasitas produksi mencapai ratusan kilogram setiap hari melalui dukungan program Klasterku Hidupku dari BRI.
"Awalnya dulu saya sendiri yang membuat keripik ini. Lalu lama-lama tetangga banyak yang bertanya, kok bisa saya mengurus anak sambil tetap mendapatkan penghasilan tambahan. Akhirnya banyak yang sering datang ke rumah untuk lihat prosesnya. Mereka awalnya lihat saja, lalu banyak bertanya gimana caranya. Dari situ mungkin akhirnya ada yang tergerak untuk bikin sendiri di rumah," ungkapnya.
Sri mengaku, usaha keripik ayam tersebut awalnya hanya bertujuan membantu menambah penghasilan keluarga tanpa meninggalkan kewajibannya di rumah.
Seiring waktu, banyak ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya tertarik belajar membuat keripik ayam dan mulai mencoba menjalankan usaha serupa dari rumah.
Perjalanan usaha Sri memasuki babak baru pada tahun 2019 saat dirinya mendapatkan pendampingan dari BRI untuk membentuk klaster usaha bersama para ibu rumah tangga di sekitarnya.
"Saya ini kan memang nasabah KUR BRI. Lalu salah satu mantri BRI yang saya kenal memberikan saran untuk membuat klaster usaha. Saya didampingi untuk membuat klaster dengan anggota ibu-ibu di sekitar sini juga, tetangga satu kompleks. Akhirnya terbentuk Klaster Kripik Ayam Biru ini," terang Sri.
Melalui program Klasterku Hidupku, Sri dan anggota klaster mendapatkan berbagai bentuk pendampingan mulai dari penguatan kualitas produk, kemasan, hingga bantuan sarana produksi.
"Banyak banget pendampingan dari BRI, terutama soal kemasan. Dulu kemasan yang saya gunakan polos, sekarang sudah lebih menarik berkat bantuan dari BRI. Selain itu, kami juga mendapatkan bantuan berupa sarana dan prasarana produksi seperti kompor, alat penggorengan, hingga freezer untuk menyimpan bahan-bahan. Anggota kami juga mendapatkan fasilitas KUR BRI untuk membantu permodalan usaha dan kebutuhan rumah tangga lainnya," jelas Sri.
Tak hanya itu, anggota klaster juga rutin mengikuti pelatihan branding, packaging, hingga pemasaran yang membantu mereka memahami pengelolaan usaha secara lebih profesional.
Baca juga:
Depot Betty Bertahan 25 Tahun, UMKM Kuliner Tabanan Naik Kelas Berkat KUR dan Digitalisasi dari BRI
Bahkan, produk Keripik Ayam Biru kini rutin mengikuti pameran UMKM yang digelar BRI sehingga semakin dikenal masyarakat luas.
Saat ini, Klaster Keripik Ayam Biru mampu memproduksi hingga 400 kilogram keripik ayam per hari. Produk mereka dipasarkan ke berbagai toko snack dan grosir di Bali, bahkan mulai merambah pasar luar daerah.
Meski berkembang pesat, Sri mengaku masih menghadapi berbagai tantangan, terutama fluktuasi harga bahan baku dan aktivitas keagamaan masyarakat Bali yang terkadang memengaruhi proses produksi.
"Tantangan yang paling sering dirasakan adalah harga bahan baku seperti ayam, bumbu dan tepung yang naik cukup banyak. Selain itu, kadang ada anggota yang banyak libur, karena di Bali ini kan ada banyak acara keagamaan yang mengharuskan untuk libur. Hal ini sering membuat kami menolak orderan yang masuk dengan berat hati," cerita Sri.
Bagi Sri, Klaster Keripik Ayam Biru bukan hanya tempat produksi camilan, tetapi juga ruang bertumbuh bersama bagi ibu rumah tangga untuk meningkatkan ekonomi keluarga.
"Terima kasih sebesar-besarnya saya sampaikan kepada seluruh jajaran BRI yang telah membantu Klaster Keripik Ayam Biru hingga di titik sekarang ini. Berkat pendampingan BRI, kami yang awalnya tidak tahu apa-apa jadi belajar banyak hal. Semoga dukungan BRI terus mengalir untuk UMKM seperti kami dan UMKM lain di luar sana dan semoga kerja sama ini bisa terus berlangsung," tutup Sri.
Sementara itu, Pemimpin Kantor Cabang BRI Gajah Mada Denpasar, Janarka Dwi Atmaja mengatakan program Klasterku Hidupku dirancang untuk mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan ekosistem usaha berbasis komunitas.
“Hingga saat ini, di BRI Kantor Cabang Gajah Mada Denpasar terdapat 21 klaster usaha yang bergabung dalam program Klasterku Hidupku. Kisah Klaster Kripik jadi kisah inspiratif di wilayah Denpasar dapat direplika oleh pelaku UMKM lainnya,” tegasnya
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/adv
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1921 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1744 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1296 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1164 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah