Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Hacker Korea Utara Curi Kripto Senilai Hampir Rp9 Triliun

Jumat, 15 April 2022, 18:40 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/techfor.id/Hacker Korea Utara Curi Kripto Senilai Hampir Rp9 Triliun

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Pihak berwenang Amerika Serikat (AS) pada Kamis (14/4/42022) mengatakan bahwa peretas (hacker) Korea Utara telah melakukan pencurian mata uang kripto senilai 620 juta dolar AS bulan lalu.

Pencurian yang dalam rupiah senilai hampir Rp9 triliun itu disebutnya menargetkan pemain game Axie Infinity yang populer.

1. Salah satu pencurian kripto terbesar

Peretasan itu adalah salah satu yang terbesar yang terjadi di dunia crypto.

Pencurian bulan lalu dari pembuat Axie Infinity, sebuah game di mana pemain dapat memperoleh crypto melalui permainan game atau memperdagangkan avatar mereka, terjadi hanya beberapa minggu setelah pencuri lainnya yang senilai sekitar 320 juta dolar AS dalam serangan serupa.

“Melalui investigasi kami, kami dapat mengkonfirmasi Lazarus Group dan APT38, pelaku cyber yang terkait dengan (Korea Utara), bertanggung jawab atas pencurian tersebut,” kata FBI dalam sebuah pernyataan.

2. Tentang peretas Korea Utara

Lazarus Group menjadi terkenal pada 2014 ketika dituduh meretas Sony Pictures Entertainment sebagai upaya balas dendam atas The Interview, sebuah film satir yang mengejek Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Laporan menyebut program siber Korea Utara dimulai setidaknya pada pertengahan 1990-an tetapi sejak itu telah berkembang menjadi unit perang siber berkekuatan 6.000 orang. Unit yang dikenal sebagai Bureau 121 itu beroperasi dari beberapa negara termasuk Belarusia, China, India, Malaysia dan Rusia, menurut laporan militer AS tahun 2020.

3. Peretasan oleh Korea Utara

Sebelumnya pada Januari, platform data blockchain Chainalysis mengatakan peretas Korea Utara mencuri cryptocurrency senilai sekitar 400 juta dolar AS melalui serangan siber pada outlet mata uang digital tahun lalu.

Pencurian terbaru ini sendiri telah menimbulkan pertanyaan besar tentang keamanan di industri yang sedang naik daun ini.(sumber: idntimes.com)
 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/net



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami