Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 12 Juli 2026
10 Warga Tewas Dalam Serangan Rusia di Pabrik Ukraina Timur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangan Rusia pada Selasa (3/5) ke Avdiivka, kota di timur Ukraina, telah membunuh setidaknya 10 orang dan melukai 15 orang menurut pernyataan gubernur setempat.
"Setidaknya 10 tewas dan 15 terluka, akibat serangan ke pabrik kokas oleh penjajah Rusia," kata Gubernur wilayah Donetsk Pavlo Kyrylenko di Telegram.
Kyrylenko mengingatkan jumlah korban kemungkinan bertambah. Serangan Rusia itu, ungkap Kyrylenko, terjadi saat pekerja baru saja menyelesaikan sif dan sedang menunggu bus untuk pulang dari pabrik.
"Orang Rusia tahu apa yang mereka bidik," ucapnya.
Avdiivka, kota industri di utara Donetsk yang dikuasai separatis berada di garis depan perang dengan Rusia.
Pabrik kokas di Avdiivka, salah satu yang terbesar di Eropa, telah menjadi sasaran serangan dalam beberapa tahun terakhir ketika pasukan separatis yang didukung Rusia perang dengan pasukan Ukraina.
Baca juga:
AS-China Terancam Perang Gegara Ini
Rusia dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan terhadap wilayah yang dikuasai Ukraina di wilayah Donbas timur, yang sekarang menjadi fokusnya dalam invasi.
Kokas adalah bahan bakar dengan kandungan karbon tinggi dan merupakan produks industri yang penting. Material ini digunakan terutama dalam peleburan bijih besar, tetapi juga bisa dipakai sebagai bahan bakar.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3654 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 1328 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1222 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun