Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 21 Mei 2026
10 Warga Tewas Dalam Serangan Rusia di Pabrik Ukraina Timur
BERITABALI.COM, DUNIA.
Serangan Rusia pada Selasa (3/5) ke Avdiivka, kota di timur Ukraina, telah membunuh setidaknya 10 orang dan melukai 15 orang menurut pernyataan gubernur setempat.
"Setidaknya 10 tewas dan 15 terluka, akibat serangan ke pabrik kokas oleh penjajah Rusia," kata Gubernur wilayah Donetsk Pavlo Kyrylenko di Telegram.
Kyrylenko mengingatkan jumlah korban kemungkinan bertambah. Serangan Rusia itu, ungkap Kyrylenko, terjadi saat pekerja baru saja menyelesaikan sif dan sedang menunggu bus untuk pulang dari pabrik.
"Orang Rusia tahu apa yang mereka bidik," ucapnya.
Avdiivka, kota industri di utara Donetsk yang dikuasai separatis berada di garis depan perang dengan Rusia.
Pabrik kokas di Avdiivka, salah satu yang terbesar di Eropa, telah menjadi sasaran serangan dalam beberapa tahun terakhir ketika pasukan separatis yang didukung Rusia perang dengan pasukan Ukraina.
Baca juga:
AS-China Terancam Perang Gegara Ini
Rusia dalam beberapa pekan terakhir meningkatkan serangan terhadap wilayah yang dikuasai Ukraina di wilayah Donbas timur, yang sekarang menjadi fokusnya dalam invasi.
Kokas adalah bahan bakar dengan kandungan karbon tinggi dan merupakan produks industri yang penting. Material ini digunakan terutama dalam peleburan bijih besar, tetapi juga bisa dipakai sebagai bahan bakar.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1901 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1732 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1285 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1155 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah