Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 12 Oktober 2026
Berapa Kali Idealnya Berhubungan Intim dalam Seminggu?
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berapa kali waktu ideal berhubungan intim dalam seminggu sering kali menjadi pertanyaan banyak pasangan. Terkadang muncul juga pertanyaan apakah jumlah yang dilakukan sudah tergolong normal dan sehat sama seperti pasangan lain. Namun, sebenarnya jumlah ideal setiap pasangan bisa berbeda, karena tergantung dengan kepuasan setiap pasangan.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi seberapa sering idealnya berhubungan intim. Pertanyaan tentang frekuensi seksual biasanya muncul ketika salah satu pasangan kurang puas dengan jumlah seks yang mereka lakukan.
Nah, lalu berapa kali sih idealnya hubungan intim dalam satu minggu?
Berhubungan Intim Setiap Hari, Sehat atau Tidak?
Hubungan intim tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, tapi juga membangun hubungan emosional antara kedua pasangan dalam hubungan pernikahan. Faktor hubungan emosional lebih penting bagi wanita dibandingkan dengan pria.
Seks memang memiliki banyak manfaat, tapi itu bukan berarti harus dilakukan setiap hari dan wajib. Tidak apa-apa jika kamu ingin membatasi berapa kali berhubungan seks dalam seminggu. Hal ini karena tidak selalu terjadi bahwa kedua pasangan ingin berhubungan seks pada saat yang sama atau sesering pasangan lain.
Terlebih lagi, kesediaan kedua pasanganlah yang membuat hubungan intim lebih memuaskan, menyenangkan, dan menyehatkan. Memaksa seseorang untuk berhubungan intim tentu dianggap sebagai pemaksaan seksual dan tidak dianjurkan.
Perlu dipahami juga bagi setiap pasangan menikah, bahwa hubungan intim sebaiknya tidak dilakukan ketika:
- Pasangan tidak ingin berhubungan intim (karena kelelahan atau sakit).
- Seks menjadi gangguan besar dalam pekerjaan dan kehidupan.
- Terlalu sering berhubungan intim membuat pasangan melupakan tanggung jawab rumah tangga atau pekerjaan.
- Hubungan intim yang berlebihan menyebabkan peradangan atau iritasi pada vagina atau penis.
Maka itu, kamu dan pasangan harus selalu merasa terbuka untuk berbicara tentang kebutuhan saat ini. Sehingga kamu dan pasangan dapat memutuskan satu hal, berhubungan seks atau tidak. Terserah masing-masing pasangan untuk menetapkan jumlah ideal dan menerimanya sebagai komitmen. Inilah yang paling penting ketika mempertimbangkan kepuasan seksual.
Perlu dipahami juga, berhubungan intim bukan tentang jumlahnya, tapi pengalaman setiap pasangan dalam setiap berhubungan. Bagaimanapun, berhubungan intim bukanlah satu-satunya cara untuk mendapatkan keintiman fisik sebagai pasangan menikah. Terkadang, tindakan intim lainnya (berciuman atau berpelukan) juga sama baiknya. (Sumber: Halodoc.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4143 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 1938 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1764 Kali
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1476 Kali
Anggota Polsek Manggis Dianiaya, Pinggul Patah
Dibaca: 1063 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan