Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 24 Agustus 2026
Tak Ada Tersangka, Kokain 179 Kg Akan Dimusnahkan
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono mengatakan tak ada tersangka yang dijerat terkait temuan narkoba jenis kokain seberat 179 kilogram di perairan Selat Sunda beberapa waktu lalu. Oleh sebab itu, Yudo mengatakan temuan kokain tersebut akan segera dimusnahkan.
"Karena ini tidak ada tersangkanya, itu barang temuan, sehingga kami laporkan pada pengadilan, dan sudah mendapatkan surat untuk dimusnahkan," kata Yudo saat ditemui di Sekolah Tinggi Teknologi Angkatan Laut, Jakarta Pusat, Rabu (25/5).
Mantan Pangkogabwilhan I ini tidak menjelaskan metode pemusnahan kokain itu. Ia hanya menyebut pemusnahan akan dilakukan bersama sejumlah instansi terkait.
"Bersama-sama dengan pengadilan, kejaksaan, dan juga dengan kementerian/lembaga terkait bersama sama untuk memusnahkan barang itu sesuai alat yang ada dari kejaksaan, karena memang tidak ada dari tersangkanya tadi," katanya.
Pada awal Mei lalu, TNI AL menggagalkan peredaran narkoba jenis kokain seberat 179 kilogram di perairan Selat Sunda.
Upaya itu dilakukan setelah menindaklanjuti informasi intelijen yang menyebut ada dugaan penyelundupan narkoba melalui penyeberangan pelabuhan Bakauheni-Merak.
"Ditemukannya empat benda mencurigakan terbungkus plastik mengapung di perairan sekitar pelabuhan Merak pada koordinat 05" 55' 507 S - 105" 59' 172 E oleh Kal Sangiang Lanal Banten Koarmada I pada hari Minggu, 8 Mei 2022 pukul 12.30 WIB," ujar Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya Ahmadi Heri Purwono saat itu.
Penemuan itu lantas dikoordinasikan dengan jajaran BNN Provinsi Banten. Asumsi harga Rp5-7 juta per gram atau seluruhnya senilai total Rp1,25 triliun.
"Jika dilihat dari posisi barang ditemukan disinyalir hal ini merupakan modus operandi untuk mengelabui petugas di mana sengaja dihanyutkan dan akan dijemput pada koordinat tertentu," ucap Heri.(sumber: cnnindonesia.com)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4640 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2447 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2094 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1703 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1135 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun