Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Kurang Tidur Sebabkan Disfungsi Ereksi Pada Pria, Ini Efeknya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Tidur yang nyenyak dan cukup membantu meningkatkan kinerja otak, suasana hati, dan mengurangi risiko masalah kesehatan serius. Sejauh ini, kurang tidur dikaitkan dengan masalah kesehatan serius, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, serangan jantung, gagal jantung atau stroke.
Baca juga:
5 Khasiat Daun Seledri Untuk Pria
Tapi, tak banyak yang tahu bahwa kurang tidur bisa menyebabkan pria lebih berisiko mengalami disfungsi ereksi. Karena, kurang tidur bisa menurunkan hormon seks pria yang disebut sebagai testosteron. Karena itu, pria yang sering terbangun karena insomnia, mendengkur dan kelumpuhan tidur cenderung memiliki masalah dengan aktivitas seksual dan libido.
Anda harus tahu bahwa 90 menit setelah kita memasuki fase tidur gerakan mata cepat (REM) di mana otak kita memproses, mengekstrak dan menghafal pembelajaran merupakan momen penting bagi hormon seks pria. Karena, testosteron memiliki ritme produksi harian yang mencapai puncaknya selama sesi tidur gerakan mata cepat pertama.
"Aliran kadar testosteron lebih tinggi saat tidur daripada saat bangun. Sedangkan, kurang tidur dapat mempengaruhi kadar testosteron melalui pengurangan durasi tidur atau perubahan pola tidur," jelas apoteker dikutip dari Express.
Gangguan tidur yang paling umum adalah insomnia, narkolepsi, sindrom kaki gelisah, gangguan perilaku tidur REM dan sleep apnea.
Beberapa penelitian telah menunjukkan antara 47,1 persen dan 80 persen pria dengan apnea tidur obstruktif, juga mengalami disfungsi ereksi.
Sleep apnea terjadi ketika pernapasan Anda berhenti dan saat Anda tidur. Apnea tidur obstruktif terjadi ketika otot-otot di bagian belakang tenggorokan Anda terlalu rileks untuk memungkinkan pernapasan normal.
Adapun gejala apnea tidur, meliputi:
- Pernapasan berhenti
- Suara terengah-engah, mendengus atau tersedak
- Keseringan terbangun dari tidur
- Mendengkur keras
Jika Anda menderita sleep apnea, NHS merekomendasikan untuk mencoba menurunkan berat badan jika Anda kelebihan berat badan dan cobalah tidur miring.(sumber: suara.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 884 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 390 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 341 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 317 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 254 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar