Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Tipat Blayag Kuliner Khas Buleleng dengan Rasa Khas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Makanan bisa jadi salah satu daya tarik yang sulit ditolak. Termasuk di Bali, ada banyak sajian kuliner yang sulit ditolak pesonanya. Diantara banyak kuliner ada salah satu makanan yang juga wajib dicoba yak ni Tipat Blayag.
Hidangan blayag terdiri dari potongan ketupat yang dipadukan dengan beragam isian, lalu disiram dengan kuah kuning kental. Sejatinya, kata blayag merujuk kepada tipat yang dalam bahasa Bali artinya ketupat.
Namun, berbeda dengan ketupat pada umumnya yang berbentuk jajar genjang (wajik), blayag justru berbentuk lonjong, lebih mirip seperti lontong. Inilah yang membuat teksturnya berbeda dan menjadi ciri khasnya.
Menurut Chef Arie Aprianto, sous chef dari Plataran L'Harmonie, cara melipat blayag yang dilakukan secara memutar ke atas tersebut akan menghasilkan tekstur ketupat yang lembut. Tiap lipatan pada janur pembungkus blayag juga diberi sedikit rongga, tujuannya supaya uap bisa masuk ke dalamnya.
"Biasanya kalau ketupat setelah direbus kan jadi padat, tapi blayag enggak padat sekali. Ada tekstur empuknya," jelasnya kepada kumparan.
Proses memasaknya memakan waktu hingga empat jam. Rupanya, sebelum dimasak menjadi blayag, beras direndam terlebih dahulu selama satu jam. Setelahnya, baru ia dimasukkan ke dalam lipatan janur dan siap untuk direbus.
Baca juga:
Kuliner 'Summer Never Ends in Bali' di Beijing">Festival Kuliner 'Summer Never Ends in Bali' di Beijing
Air bekas rebusan berasnya pun tak langsung dibuang, melainkan dipakai sebagai campuran. Sementara, buliran beras yang tersisa juga diulek bersama bumbu sebagai pengentalnya.
Rahasia kenikmatan dari kuliner Bali yang satu ini juga terletak pada bumbunya; base genep. Merupakan bumbu dasar khas Bali, base genep terdiri dari kunyit, lengkuas, jahe, kencur, bawang merah, hingga bawang putih. Bumbu tersebut dicampur bersama santan dan tepung beras, lalu dicampur suwiran ayam. (sumber : Kumparan)
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1159 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 525 Kali
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 498 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 467 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 408 Kali
ABOUT BALI
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung