Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
DPR Cecar Gubernur Koster Terkait Darurat Sampah dan Kerusakan Pesisir di Bali
BERITABALI.COM, JAKARTA.
Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi memberikan peringatan keras kepada Gubernur Bali Wayan Koster terkait kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan di Pulau Dewata.
Hal ini terungkap saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Gubernur Bali, Rabu (8/4/2026) di Senayan, Jakarta.
Hanafi yang berasal dari Fraksi Partai NasDem itu menyoroti dua isu krusial, yakni tumpukan sampah yang tidak terkendali dan abrasi parah yang mulai melenyapkan garis pantai Bali. Hanafi menyatakan kondisi sampah di Bali sudah masuk kategori darurat, terutama setelah penutupan TPA Suwung.
Dampak penutupan ini memicu masalah baru di mana masyarakat mulai membakar sampah atau membuangnya ke sungai, yang pada akhirnya akan kembali mencemari pantai-pantai indah di Bali.
"Sampahnya keterlaluan, tidak ada lagi turis yang mau ke situ sekarang," tegasnya, merujuk pada kondisi di Pantai Kuta.
Dari datanya, masih ada lebih dari 35 persen sampah di Bali yang belum bisa ditangani, yang setara dengan ratusan ribu ton per tahun. Meskipun Gubernur berencana membangun pengolahan sampah organik di Klungkung dengan investasi Rp400 miliar, DPR mengkritik target penyelesaiannya di tahun 2028 yang dinilai terlalu lama untuk situasi yang sudah mendesak saat ini.
Selain masalah sampah, DPR juga mencecar mengenai abrasi parah yang menghancurkan pesisir Nusa Penida. Infrastruktur dilaporkan rusak dan lahan pertanian warga mulai tergerus akibat hilangnya garis pantai. Proyek penanganan pantai di wilayah lain seperti Candi Dasa juga dipertanyakan karena menelan biaya sangat besar, mencapai lebih dari Rp500 miliar hanya untuk menangani wilayah sepanjang 6 kilometer
"Pak Gubernur, kalau garis pantai Bapak hilang dan sampah tidak bisa ditangani, turis Bapak habis," ujar Hanafi.
Hal ini dinilai sangat berbahaya mengingat sektor pariwisata menyumbang 55% dari PDRB Bali atau senilai Rp176 triliun.
Dia juga mengingatkan bahwa saingan Bali saat ini bukan lagi sesama daerah di Indonesia, melainkan negara tetangga seperti Vietnam.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5843 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4600 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2566 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2209 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2193 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan