Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
DPR Cecar Gubernur Koster Terkait Darurat Sampah dan Kerusakan Pesisir di Bali
BERITABALI.COM, JAKARTA.
Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi memberikan peringatan keras kepada Gubernur Bali Wayan Koster terkait kondisi lingkungan yang kian memprihatinkan di Pulau Dewata.
Hal ini terungkap saat Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pekerjaan Umum, dan Gubernur Bali, Rabu (8/4/2026) di Senayan, Jakarta.
Hanafi yang berasal dari Fraksi Partai NasDem itu menyoroti dua isu krusial, yakni tumpukan sampah yang tidak terkendali dan abrasi parah yang mulai melenyapkan garis pantai Bali. Hanafi menyatakan kondisi sampah di Bali sudah masuk kategori darurat, terutama setelah penutupan TPA Suwung.
Dampak penutupan ini memicu masalah baru di mana masyarakat mulai membakar sampah atau membuangnya ke sungai, yang pada akhirnya akan kembali mencemari pantai-pantai indah di Bali.
"Sampahnya keterlaluan, tidak ada lagi turis yang mau ke situ sekarang," tegasnya, merujuk pada kondisi di Pantai Kuta.
Dari datanya, masih ada lebih dari 35 persen sampah di Bali yang belum bisa ditangani, yang setara dengan ratusan ribu ton per tahun. Meskipun Gubernur berencana membangun pengolahan sampah organik di Klungkung dengan investasi Rp400 miliar, DPR mengkritik target penyelesaiannya di tahun 2028 yang dinilai terlalu lama untuk situasi yang sudah mendesak saat ini.
Selain masalah sampah, DPR juga mencecar mengenai abrasi parah yang menghancurkan pesisir Nusa Penida. Infrastruktur dilaporkan rusak dan lahan pertanian warga mulai tergerus akibat hilangnya garis pantai. Proyek penanganan pantai di wilayah lain seperti Candi Dasa juga dipertanyakan karena menelan biaya sangat besar, mencapai lebih dari Rp500 miliar hanya untuk menangani wilayah sepanjang 6 kilometer
"Pak Gubernur, kalau garis pantai Bapak hilang dan sampah tidak bisa ditangani, turis Bapak habis," ujar Hanafi.
Hal ini dinilai sangat berbahaya mengingat sektor pariwisata menyumbang 55% dari PDRB Bali atau senilai Rp176 triliun.
Dia juga mengingatkan bahwa saingan Bali saat ini bukan lagi sesama daerah di Indonesia, melainkan negara tetangga seperti Vietnam.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3295 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 770 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 708 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman