Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
De Gadjah Angkat Bicara soal Tuntutan Presiden Turun Tangan Atasi Sampah Bali
bbn/dok beritabali/ist/De Gadjah Angkat Bicara soal Tuntutan Presiden Turun Tangan Atasi Sampah Bali.
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya alias De Gadjah, angkat bicara terkait tuntutan Forum Swakelola Sampah Bali yang meminta Presiden Prabowo Subianto turun tangan dalam mengatasi darurat sampah di Pulau Dewata.
Pernyataan tersebut muncul menyusul aksi masyarakat yang menyoroti persoalan sampah yang dinilai semakin mengkhawatirkan di Bali. Dalam keterangannya, De Gadjah menegaskan bahwa persoalan sampah bukan sekadar isu teknis, melainkan menyangkut citra Bali secara keseluruhan.
“Ini bukan cuma soal sampah. Ini soal wajah Bali. Kemarin masyarakat turun ke jalan karena sistem tidak bekerja. Saya lihat langsung apa yang terjadi kemaren masyarakat resah. Sampah menumpuk. Sistem tidak jalan. Bahkan sampai ada yang minta Presiden turun tangan," katanya, Jumat (17/4/2026).
"Pertanyaan saya sederhana: Ini masalah pusat? atau masalah yang harusnya bisa diselesaikan di Bali? Aturan pengelolaan sampah itu bukan baru. Sudah ada sejak 2008. Bahkan praktik lama seperti open dumping sudah dilarang dari dulu. Jadi ini bukan soal aturan belum ada, tapi soal dijalankan atau tidak,” imbuhnya.
Ia juga mempertanyakan efektivitas penanganan persoalan dasar di daerah jika persoalan sampah saja belum mampu diselesaikan.
“Kalau sampah saja tidak selesai, kita mau bicara apa lagi?”
Menurutnya, tanggung jawab utama penanganan sampah berada di daerah, sehingga tidak seharusnya seluruh persoalan dibebankan ke pemerintah pusat.
“Ada tanggung jawab daerah yang harus berani diselesaikan. Jangan apa-apa, tanggung jawab presiden dan minta presiden yang mengurus!” tegasnya.
De Gadjah juga menilai adanya nuansa politis dalam tuntutan tersebut. Ia mengingatkan agar pernyataan yang disampaikan tidak memperkeruh situasi dan justru merugikan masyarakat.
“Ini sangat berbau politis sekali, dan yang berbicara ini oknum salah satu kader partai yang jelas penguasa di Bali. Hati-hati dalam berbicara atau berstatament dll. Karena ini sangat kental dengan bau politisnya. Jangan sampai rakyat yang harus menanggung akibatnya,” tandasnya.
Ia menegaskan Bali memiliki kapasitas untuk menyelesaikan persoalan sampah secara mandiri tanpa harus selalu bergantung pada intervensi pemerintah pusat.
Baca juga:
Bersih-Bersih Gerindra Bali, De Gadjah Dukung Pengembangan Potensi Wisata Danau Yeh Malet
“Bali ini besar. Bali ini kuat. Jangan sampai hal mendasar seperti sampah justru merusak wajah Bali sendiri. Kita butuh solusi. Bukan saling lempar tanggung jawab. Kerja. No drama,” pungkasnya.
Editor: Redaksi
Reporter: Gerindra Bali
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8585 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5933 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3734 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2558 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar