Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Iran Kumpulkan Lalu Tembaki Mahasiswa Demo Mahsa Amini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Mahasiswa pemrotes kematian Mahsa Amini di Iran menjerit karena aparat mengumpulkan mereka di satu tempat, kemudian melepaskan tembakan membabi buta, bak di medan perang. Jeritan itu keluar dari mulut banyak mahasiswa, termasuk teman seorang remaja bernama Farid di Iran.
Pada Minggu (2/10), Farid terbangun ketika telepon tiba-tiba berdering. Di ujung telepon, temannya menjerit minta tolong.
Temannya itu bercerita bahwa ia sedang ikut serta dalam demo di Universitas Sharif di Teheran. Namun, aparat merespons demo itu dengan kekerasan.
Farid pun langsung bangun, kemudian naik sepeda ke universitas elite itu. Setibanya di lokasi,Farid melihat ratusan mahasiswa ditahan di lapangan parkir.
"Tolong selamatkan kami. Kami tertahan di sini. Mereka menembaki kami," ujarnya kepada CNN.
"Mereka punya senjata, pistol paintball, tongkat pemukul. Mereka menggunakan gas yang dilarang internasional. Ini medan perang. Darah di mana-mana."
Ketegangan ini terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial dan telah diverifikasi CNN. Dalam salah satu video, terlihat polisi menangkap mahasiswa dan membawa mereka menggunakan motor.
Di video lainnya, terdengar ledakan keras. Setelah berbincang dengan orang di sekitarnya, Farid baru mengetahui bahwa kekacauan ini terjadi akibat pihak universitas memanggil aparat.
Mereka geram karena mahasiswa bolos kelas demi menggelar protes tersebut. Dalam demo itu, para mahasiswa juga meneriakkan jargon-jargon anti-pemerintah.
"Para mahasiswa digiring keluar oleh tim keamanan universitas, kemudian diadang oleh Sepah (pasukan Iran) yang menggunakan pakaian sipil," tutur Farid.
"Mereka bilang, 'Jika kalian mendekati stasiun kereta, kami akan menembak. Kembali ke universitas.'"
Ketika sekitar separuh mahasiswa kembali ke kampus, aparat menggiring mereka ke lapangan parkir.
"Setelah itu, aparat mulai menembaki mereka dengan peluru cat dan membawa mereka ke tahanan dengan cara yang amat amat kasar," kata Farid.
Menurut Farid, aparat juga menembaki "tiga asrama utama" di universitas tersebut. Secara keseluruhan, aparat menahan 37 orang dalam insiden itu.
Asosiasi Mahasiswa Islam Universitas Sharif mendesak "semua profesor dan mahasiswa Universitas Sharif untuk tak datang kelas hingga semua siswa yang ditahan dibebaskan."
Meski suasana di universitas itu berangsur tenang, tapi masih banyak mahasiswa bersembunyi dalam gedung.
"Saat kita bicara sekarang ini, masih ada siswa bersembunyi di universitas, di tempat parkir, atau di ruang-ruang profesor," ucap Farid.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8480 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5829 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3654 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar