Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Bentrok Perebutan Lahan Adat, Dua Orang Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bentrokan antarwarga Desa Bombay dan Desa Elath, Kecamatan Kei Besar, Maluku Tenggara akibat perebutan klaim lahan adat menewaskan dua orang dan puluhan lainnya luka-luka.
Kepala Bidang Humas Polda Maluku Komisaris Besar Polisi Mohamad Roem Ohoirat mengatakan dua warga yang meninggal tersebut masing-masing satu orang meninggal lantaran kehabisan oksigen saat menghirup asap kala rumahnya dibakar massa. Sedangkan satu korban lagi tewas akibat mengalami luka serius.
"Sebelumnya warga itu sudah lumpuh, jadi ketika rumahnya dibakar, mungkin dia banyak menghirup asap sehingga lehabisan oksigen dan meninggal. Sementara satu warga yang meninggal karena mengalami luka serius,"ucapnya.
Sejauh ini, kata Ohoirat, berdasarkan data sementara yang terhimpun sekitar 34 orang mengalami luka panah.
"Iya, iya ada 34 korban luka,"imbuh dia.
Per Sabtu (12/11) malam, dua buah mobil ambulans milik Dinas Kesehatan Maluku Tenggara membawa pasien korban bentrok ke RS Karel Sadsuitubun. Mereka diangkut ke dalam mobil ambulans setelah dievakuasi dari lokasi bentrok di Kecamatan Kei Besar melalui jalur laut.
Saat ini, puluhan korban telah menjalani tindakan medis pencabutan anak panah di RS Karel Sadsuitubun.
Sebelumnya, Ohoirat menerangkan bentrokan warga di Maluku Tenggara itu dipicu akibat masalah klaim lahan antara dua desa sejak 6 Oktober 2022 lalu.
Ohoirat mengatakan warga Desa Bombay yang mengklaim sebagai kepemilikan lahan adat mendatangi wilayah perbatasan antardesa untuk memasang 'sasi' atau tanda pelarangan aktivitas bagi warga Elath. Namun, saat warga Bombay mendatangi lokasi tersebut sempat diadang warga Elath.
Warga Elath sempat memblokade jalan guna mencegah warga Bombay tidak bisa melanjutkan perjalanan mereka untuk memasang "Sasi" atau pelarangan di lokasi lahan adat.
Warga Bombay pun marah dan terjadi bentrokan. Mereka sempat saling serang menggunakan senjata tajam dan melepaskan panah di sebuah lorong Desa Wakatran yang berdiri di tengah-tengah antar kedua desa tersebut.
Aparat yang tiba di lokasi sempat melepaskan tembakan beberapa kali ke udara guna membubarkan massa. Akibat bentrokan ini dua bangunan SMPN 1 dan SMA Elath terbakar, dua anggota polri terkena luka dan puluhan rumah dilaporkan terbakar.
Saat ini kondisi dilokasi bentrok sudah berangsur normal setelah Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif memerintahkan untuk penebalan pasukan. Sekitar dua pelaton gabungan setingkat SST dipimpin Kapolres dan Wakapores.
Polda Maluku mengimbau warga yang bertikai untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dan meminta warga untuk hidup rukun dan damai.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 277 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 211 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 208 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 187 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 180 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar