Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Lima Poin Hasil Kesepakatan Bali Leaders' Declaration KTT G20 Bali
BERITABALI.COM, BADUNG.
Deklarasi para pemimpin G20 atau G20 Bali Leaders' Declaration dihasilkan dari KTT G20 yang berakhir pada Rabu (16/11/2022). Setidaknya ada lima poin penting yang disepakati oleh negara-negara anggota G20 tersebut.
Pertama, anggota G20 akan gesit dan fleksibel melajakankan kebijakan makroekonominya. Para anggota G20 juga akan terus melakukan investasi publik dan reformasi struktural, serta mempromosikan investasi swasta, dan memperkuat perdagangan multilateral.
Selain itu, para anggota G20 akan mewujudkan ketahanan rantai pasokan global. Hal-hal tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan, inklusif dan adil.
Para anggota G20 juga akan memastikan jangka panjang kesinambungan fiskal dengan bantuan dari bank sentral masing-masing anggota negara. "Sehingga tercapai stabilitas harga," seperti dikutip dari dokumen resmi Declaration Leaders' tersebut.
Kedua, negara anggota G20 ini juga berkomitmen melindungi stabilitas makroekonomi dan keuangan. Caranya dengan mengoptimalkan semua alat yang tersedia untuk mengurangi risiko penurunan, dengan mencatat langkah-langkah yang diambil sejak krisis keuangan global yang pernah terjadi.
Ketiga, para anggota G20 bakal mengambil tindakan untuk mendorong ketahanan pangan dan energi serta mendukung stabilitas pasar. Negara-negara anggota G20 juga akan memberikan dukungan sementara dan terarah untuk meredam dampak kenaikan harga, memperkuat dialog antara produsen dan konsumen.
"Serta meningkatkan perdagangan dan investasi untuk kebutuhan ketahanan pangan dan energi jangka panjang, ketahanan pangan dan berkelanjutan, sistem pupuk dan energi," seperti dikutip dari dokumen resmi dari Deklarasi KTT G20 tersebut.
Keempat, para Anggota G20 akan terus berinvestasi kepada negara berpenghasilan rendah dan menengah dan negara berkembang lainnya.
Hal yang bisa dilakukan adalah dengan melalui berbagai sumber dan instrumen pembiayaan yang lebih inovatif, termasuk untuk mengkatalisasi investasi swasta untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, para negara anggota G20 meminta Multilateral Development Banks untuk memajukan tindakan untuk memobilisasi dan menyediakan pembiayaan tambahan dalam mandat mereka. "Untuk mendukung pencapaian SDGs termasuk melalui pembangunan berkelanjutan dan investasi infrastruktur, dan menanggapi tantangan global," seperti dikutip dari dokumen resmi Declaration Leaders'.
Kelima, para anggota G20 berkomitmen untuk mempercepat pencapaian pembangunan berkelanjutan atau SDGs. Dengan begitu, tercapai kesejahteraan untuk para G20 melalui pembangunan berkelanjutan. (sumber: tempo.co)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 298 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 231 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 213 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 194 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 192 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar