Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 1 Oktober 2026
Keluarga Korban Kanjuruhan Disebut Masih Dapat Intimidasi dari Aparat
beritabali.com/cnnindonesia.com/Keluarga Korban Kanjuruhan Disebut Masih Dapat Intimidasi dari Aparat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pendamping korban Tragedi Kanjuruhan dari KontraS Andy Irfan menyebut keluarga korban masih mendapat intimidasi dari aparat kepolisian. Andy menyebut intimidasi itu bukan dalam bentuk kekerasan fisik, melainkan peringatan berkali-kali yang menyebabkan keluarga takut.
Terbaru, kata Andy, keluarga korban mendapatkan intimidasi itu sebelum berangkat ke Jakarta untuk audiensi dengan Komnas HAM.
"Intimidasi itu tidak secara langsung ya, kalau intimidasi berupa kekerasan memang tidak ada. Secara psikologi itu bagi keluarga korban merupakan bentuk intimidasi ya," kata Andy di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Kamis (17/11).
"Ketika imbauan secara intensif akan termaknai sebagai bentuk intimidasi," imbuhnya.
Andy mengungkapkan selain menimbulkan ketakutan kepada keluarga korban, imbauan secara intens juga membuat takut sopir bus yang hendak mengantar Aremania ke Jakarta.
"Ya menghalangi tetapi tidak dengan kekerasan ya, tapi misalnya sejumlah sopir bus hampir membatalkan sewa bus kami. Bentuk-bentuknya begitu. Menimbulkan rasa takut," ujarnya.
Koordinator Subkomisi Penegakan HAM Komnas HAM Uli Parulian Sihombing mengaku menyayangkan ada intimidasi tersebut. Menurutnya, setiap warga harus bebas dari intimidasi.
"Kami coba pelajari dulu, kami akan liat ke depannya," ujarnya.
Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, rombongan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan tiba di Kantor Komnas HAM pukul 14.38 WIB. Mereka datang dengan menggunakan bus dari Malang.
Puluhan orang tersebut kompak menggunakan tanda pengenal yang mereka kalungi bertuliskan 'Posko Voulenteer' dengan gambar pita hitam.
Pendamping Hukum Tim Gabungan Aremania (TGA), Anjar Nawan Yusky menyebut selain ke Kantor Komnas HAM, keluarga korban juga mendatangi KPAI untuk melakukan audensi.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 135 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 118 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 92 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 68 Kali
Karyawan Toko di Sukawati Curi Rp73 Juta, Kabur ke Banyuwangi
Dibaca: 65 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar