Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 4 Mei 2026
Pemilik Ladang Jagung Tewas Terlilit Kawat Berarus Listrik
BERITABALI.COM, NTB.
Alwi Sirajuddin (49 tahun) warga Desa Dorokobo, Kecamatan Kempo, Dompu, ditemukan tewas terlilit kawat berarus listrik di ladang jagung miliknya sendiri di So Sori Kamau, wilayah Desa Kempo.
Korban tersengat arus listrik yang bersumber dari pembangkit listrik tenaga surya, yang dipasang mengelilingi area tanaman jagung untuk menghalau gangguan binatang liar.
Baca juga:
Perbaiki Dapur, Pria Tewas Tersengat Listrik
Kapolsek Kempo, Iptu Zuharis menyebutkan, pihaknya mendapatkan informasi terkait peristiwa dari Kepala Desa Dorokobo, Muhammad Taufik yang melaporkan adanya warga yang tersengat arus listrik.
"Personel Polsek Kempo yang turun ke lokasi mendapati informasi, korban berangkat ke ladang sehari sebelum ditemukan meninggal pada Selasa (13/12) sekitar pukul 17.00 WITA. Dengan tujuan menjaga tanaman jagung dari gangguan binatang," ungkap Kapolsek, Rabu (14/12).
Kapolsek menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh anak korban, bersama temannya Saifullah, Selasa (13/12). Saat itu, berniat menjenguk orang tuanya yang berangkat untuk menjaga ladang sejak Senin, (12/12) sehari sebelumnya.
Sesampai di lahan, keduanya menyadari adanya arus listrik yang dipasang menggunakan tenaga surya tersebut, masih dalam keadaan menyala. Kemudian oleh anak korban, langsung mematikan arus listrik tersebut.
Namun, ketika keduanya mengitari lahan tersebut untuk mencari orang tuanya, ternyata sudah meninggal dengan posisi telungkup terlilit kabel pada bagian kaki.
Mendapat informasi terkait kejadian nahas tersebut, Personel Polsek Kempo langsung diterjunkan untuk memeriksa lokasi sekaligus membantu mengevakuasi korban bersama warga.
Saat itu juga korban langsung dievakuasi ke rumah duka dan atas kejadian tersebut, keluarga ikhlas menerima kepergian dengan ikhlas.
Kapolres Dompu, AKBP Iwan Hidayat SIk, menyampaikan belasungkawa sekaligus menghimbau para petani jagung untuk tidak memasang jebakan hewan berarus listrik.
"Seharusnya petani jagung dapat mengambil pelajaran dari kejadian-kejadian sebelumnya, untuk tidak memasang jebakan berarus listrik, apapun motifnya, itu sangat berbahaya," ujar Kapolres.
Selain membahayakan diri sendiri, lanjut Kapolres, tak tutup kemungkinan orang lain dapat masuk dalam jebakan seperti itu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/lom
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 322 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 311 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang