Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Merasa 'Dikhianati', Rusia Ancam Negara NATO Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang yang terjadi di Ukraina telah menyeret sejumlah negara untuk terlibat dengan memberikan bantuannya masing-masing. Rusia pun tak tinggal diam.
Baca juga:
Uni Eropa Sepakat Batasi Harga Gas Alam
Juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova mengatakan Rusia akan menganggap rencana Yunani untuk memberi Ukraina sistem pertahanan udara S-300 yang sebelumnya diperoleh dari Moskow sebagai "tindakan bermusuhan secara terbuka".
Adapun, Yunani telah mempertimbangkan untuk mengirim senjata era Soviet ke Kyiv jika Amerika Serikat (AS) setuju untuk menggantinya dengan sistem Patriot MIM-104.
"Itu akan menjadi pelanggaran berat terhadap [hubungan] Rusia-Yunani, perjanjian tentang kerja sama militer dan teknis," kata Zakharova, dikutip dari Russia Today, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, perjanjian pada 1995 dan 2013 yang ditandatangani oleh Moskow dan Athena di bidang militer secara eksplisit melarang negara NATO tersebut untuk mengekspor kembali militer peralatan yang dipasok oleh Rusia tanpa persetujuan Moskow.
"Menginjak-injak komitmennya berdasarkan perjanjian pasti memiliki konsekuensi," tuturnya.
Dia menilai langkah seperti itu juga akan bertentangan dengan posisi sebagian besar orang Yunani, seraya mengeklaim bahwa 70 persen orang Yunani menentang negaranya memasok senjata ke Ukraina.
Meskipun Zakharova tidak mengutip sumbernya, survei yang dilakukan oleh penyiar Yunani Mega TV pada Maret menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga orang Yunani menentang pengiriman peralatan militer ke Kyiv.
Athena sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan sistem rudal pertahanan udara S-300 jarak jauh ke Ukraina yang ditempatkan di pulau Kreta. Pada Minggu, Menteri Pertahanan Yunani Nikolaos Panagiotopoulos mengatakan bahwa langkah seperti itu akan dimungkinkan segera setelah AS menggantinya dengan Patriot.
"Jika Amerika Serikat memasang sistem Patriot di pulau itu dan setelah diintegrasikan - terhubung ke sistem pertahanan udara nasional, maka S-300 dapat dilepas," kata Panagiotopoulos dalam pertemuan Kementerian Pertahanan Yunani.
Pernyataan baru-baru ini dari Yunani menunjukkan perubahan posisi negara sejak Juni. Pada saat itu, Panagiotopoulos menyatakan bahwa Athena "tidak akan mengirim sistem senjata S-300" ke Ukraina karena Athena membutuhkannya di dalam negeri.
Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat bahwa pengiriman senjata ke Ukraina hanya akan memperpanjang konflik. Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat secara de facto mengubah Ukraina menjadi "koloni" dan menggunakan orang Ukraina sebagai umpan dan pendobrak melawan Rusia sambil memasok senjata ke Kyiv.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun