Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Merasa 'Dikhianati', Rusia Ancam Negara NATO Ini
BERITABALI.COM, DUNIA.
Perang yang terjadi di Ukraina telah menyeret sejumlah negara untuk terlibat dengan memberikan bantuannya masing-masing. Rusia pun tak tinggal diam.
Baca juga:
Uni Eropa Sepakat Batasi Harga Gas Alam
Juru bicara kementerian luar negeri Maria Zakharova mengatakan Rusia akan menganggap rencana Yunani untuk memberi Ukraina sistem pertahanan udara S-300 yang sebelumnya diperoleh dari Moskow sebagai "tindakan bermusuhan secara terbuka".
Adapun, Yunani telah mempertimbangkan untuk mengirim senjata era Soviet ke Kyiv jika Amerika Serikat (AS) setuju untuk menggantinya dengan sistem Patriot MIM-104.
"Itu akan menjadi pelanggaran berat terhadap [hubungan] Rusia-Yunani, perjanjian tentang kerja sama militer dan teknis," kata Zakharova, dikutip dari Russia Today, Selasa (20/12/2022).
Menurutnya, perjanjian pada 1995 dan 2013 yang ditandatangani oleh Moskow dan Athena di bidang militer secara eksplisit melarang negara NATO tersebut untuk mengekspor kembali militer peralatan yang dipasok oleh Rusia tanpa persetujuan Moskow.
"Menginjak-injak komitmennya berdasarkan perjanjian pasti memiliki konsekuensi," tuturnya.
Dia menilai langkah seperti itu juga akan bertentangan dengan posisi sebagian besar orang Yunani, seraya mengeklaim bahwa 70 persen orang Yunani menentang negaranya memasok senjata ke Ukraina.
Meskipun Zakharova tidak mengutip sumbernya, survei yang dilakukan oleh penyiar Yunani Mega TV pada Maret menunjukkan bahwa sekitar dua pertiga orang Yunani menentang pengiriman peralatan militer ke Kyiv.
Athena sedang mempertimbangkan untuk mengirimkan sistem rudal pertahanan udara S-300 jarak jauh ke Ukraina yang ditempatkan di pulau Kreta. Pada Minggu, Menteri Pertahanan Yunani Nikolaos Panagiotopoulos mengatakan bahwa langkah seperti itu akan dimungkinkan segera setelah AS menggantinya dengan Patriot.
"Jika Amerika Serikat memasang sistem Patriot di pulau itu dan setelah diintegrasikan - terhubung ke sistem pertahanan udara nasional, maka S-300 dapat dilepas," kata Panagiotopoulos dalam pertemuan Kementerian Pertahanan Yunani.
Pernyataan baru-baru ini dari Yunani menunjukkan perubahan posisi negara sejak Juni. Pada saat itu, Panagiotopoulos menyatakan bahwa Athena "tidak akan mengirim sistem senjata S-300" ke Ukraina karena Athena membutuhkannya di dalam negeri.
Moskow telah berulang kali memperingatkan Barat bahwa pengiriman senjata ke Ukraina hanya akan memperpanjang konflik. Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Barat secara de facto mengubah Ukraina menjadi "koloni" dan menggunakan orang Ukraina sebagai umpan dan pendobrak melawan Rusia sambil memasok senjata ke Kyiv.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan