Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Lima Penyebab Berat Badan Turun Saat Hamil
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Berat badan turun saat hamil tentu bisa membuat calon ibu waswas. Sebab, hal ini dikhawatirkan mengindikasikan penyakit serius hingga memengaruhi perkembangan janin.
Baca juga:
6 Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Ibu Hamil
Penyebab berat badan turun selama hamil dapat dipengaruhi oleh banyak faktor. Kondisi ini ada yang dianggap wajar, tetapi juga bisa berbahaya.
Khususnya bagi ibu hamil yang mengalami obesitas, biasanya dokter kandungan akan sengaja meminta untuk menjalani diet supaya masa kehamilannya tetap sehat. Apabila penurunan berat badan pada ibu hamil menimbulkan gejala lain yang tidak biasa bahkan berlangsung lama, maka segera periksakan diri ke dokter kandungan.
Berikut ini penyebab paling umum yang dapat memengaruhi berat badan turun selama masa kehamilan, dirangkum dari berbagai sumber.
1. Morning sickness
Berat badan turun saat hamil bisa dikarenakan rasa mual dan muntah atau disebut morning sickness. Ini merupakan hal wajar bahkan sering terjadi di trimester pertama kehamilan.
Meski disebut morning sickness, gejala mualnya tidak hanya berlangsung pada pagi hari, bisa siang atau malam hari. Umumnya kondisi ini hanya berlangsung sementara dan akan membaik dengan sendirinya setelah memasuki trimester kedua.
2. Hiperemesis gravidarum (HG)
Hiperemesis gravidarum memiliki gejala yang mirip dengan morning sickness, tapi terbilang lebih parah. Penyakit ini dapat menyebabkan penurunan berat badan secara tidak disengaja dalam jumlah signifikan selama kehamilan.
Mual muntah pada penderita HG bisa berlangsung sepanjang hari, sehingga memicu lemas bahkan ibu hamil harus mendapat perawatan intensif di rumah sakit.
3. Perubahan pola makan
Selama masa kehamilan, setiap calon ibu akan berusaha untuk mengonsumsi makanan terbaik kaya gizi demi mendukung pertumbuhan janin agar tetap sehat.
Perubahan pola makan ini punya efek terhadap penurunan berat badan ibu hamil. Terutama jika calon ibu menghindari asupan gula tambahan yang tinggi kalori kosong.
Meski terjadi penurunan berat badan, kondisi ini tidak akan drastis dan tidak menimbulkan gejala lain.
4. Tanda keguguran
Berat badan turun ketika hamil dapat menjadi salah satu tanda keguguran. Keadaan ini sangat perlu diwasapadai terutama jika penurunan berat badan dibarengi dengan tanda-tanda lain yang memengaruhi kondisi tubuh ibu.
Seperti keluar bercak-bercak merah muda, perdarahan vagina, nyeri punggung berlebihan, hingga terjadi kontraksi sebelum hari perkiraan lahir (HPL).
5. Ada penyakit penyerta
Di beberapa kondisi, penyakit penyerta juga mempunyai pengaruh terhadap berat badan turun saat hamil. Misalnya ibu hamil menderita diabetes, terjadi infeksi, kelenjar tiroid, kanker, penyakit autoimun, mengalami gangguan makan, hingga gangguan mental.
Jika penurunan berat badan berlangsung drastis bahkan sudah lewat di trimester pertama, segera memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mendapat penanganan lebih tepat.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1863 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1692 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1263 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1125 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah