Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 5 Juli 2026
Waspada Pecah Pembuluh Darah di Otak Lewat Empat Gejala Awal
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Pecah pembuluh darah di otak jadi masalah kesehatan yang cukup mengerikan. Beberapa pesohor pernah mengalami ini. Bahkan Budayawan Betawi, Ridwan Saidi meninggal dunia setelah pembuluh darah di otaknya pecah.
Selain Ridwan, presenter Indra Bekti saat juga tengah menjalani perawatan akibat pecah pembuluh darah di otak. Indra sempat pingsan saat mengisi acara di sebuah radio di Jakarta Pusat.
Kebanyakan, penyakit ini baru diketahui setelah pembuluh darah di otak pecah dan kondisi cukup parah. Padahal ada berbagai tanda awal yang kerap muncul sebelum pembuluh darah di otak benar-benar pecah.
Tapi, tanda-tanda awal ini biasanya diabaikan dan dianggap sepele. Namun, ada baiknya Anda mulai memerhatikan dan menyadari tanda awal tersebut.
Berikut beberapa tanda awal sebelum pembuluh darah di otak pecah:
1. Sakit kepala
Sakit kepala memang bisa dialami siapa saja. Tapi sakit kepala juga bisa jadi tanda awal pembuluh darah di otak pecah.
Jika Anda mengalami sakit kepala berulang dengan intensitas rasa sakit yang terus meningkat harus waspada. Segera periksa ke rumah sakit, terutama jika sakit kepala tak kunjung hilang setelah diobati.
2. Mual dan muntah
Rasa mual bahkan muntah bisa jadi tanda awal pembuluh darah di otak bermasalah. Hal ini bisa terjadi, lantaran tekanan di kepala akibat sakit kepala semakin meningkat, hingga rasa mual dibarengi muntah pun muncul.
3. Vertigo
Sebagian orang menganggap vertigo penyakit yang sepele. Padahal, Anda tetap harus hati-hati, sebab vertigo bisa juga menjadi tanda pembuluh darah di otak pecah.
4. Gangguan bicara
Sulit menyampaikan kata-kata bisa jadi ada masalah di otak. Jangan anggap sepele hal ini karena bisa jadi pembuluh darah di otak pecah.
Jika Anda mengalami keempat gejala ini, waspadalah. Terutama jika masalah tersebut dibarengi dengan faktor risiko, mulai dari darah tinggi, kolesterol tinggi, perokok berat, hingga usia lanjut.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3438 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1114 Kali
Peserta JKN Tembus 282,7 Juta, BPJS Kesehatan Catat Kinerja Positif
Dibaca: 516 Kali
CBR Tabrak Truk di Sibetan, Pemotor Tewas di Tempat
Dibaca: 483 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun