Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 20 Mei 2026
Lima Gejala Kolesterol Yang Muncul di Kulit, Kenali Ciri-cirinya
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Kolesterol adalah senyawa lemak yang diproduksi oleh berbagai sel dalam tubuh. Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), senyawa yang seperempatnya diproduksi oleh sel-sel hati ini berguna untuk membangun membran sel dan menjalankan fungsi otak serta saraf.
Namun, kolesterol perlu dijaga kadarnya. Bila kadar kolesterol tinggi, timbunan lemak akan semakin mengembang di pembuluh darah sehingga bisa menyulitkan peredaran darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, hingga memburuknya sirkulasi darah.
Dilansir dari Healthline, kolesterol biasanya muncul dengan gejala yang sering tidak disadari. Maka dari itu, penting bagi seseorang untuk mengenali tanda-tanda kolesterol, salah satunya pada kulit.
Kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan perubahan pada kulit seseorang. Banyaknya kolesterol yang bersirkulasi dalam aliran darah dapat menimbulkan timbunan lemak di kulit. Akibatnya, muncul ruam benjolan berwarna jingga atau kekuningan berisi lemak.
Dalam kondisi yang lebih serius, kolesterol tinggi bisa menyebabkan emboli kolesterol atau pecahnya kristal plak kolesterol yang membuat arteri atau pembuluh darah tersumbat.
Lantas, bagaimanakah gejala kolesterol yang muncul di kulit?
1. Xanthoma
Xanthoma adalah timbunan lemak (lipid) lokal yang biasanya memengaruhi kulit, jaringan di bawah kulit, dan persendian. Ada beberapa jenis xanthoma, yaitu.
Eruptive Xanthoma: Xanthoma jenis ini muncul secara tiba-tiba dan menimbulkan benjolan atau ruam yang berisi timbunan lemak kolesterol
Tuberous xanthoma: Pada jenis ini, benjolan yang sering ditemukan pada jari-jari, lutut, siku, dan bokong
Verrucous xanthoma: Xanthoma jenis Verrucous ini memiliki bentuk seperti kutil, tetapi berada di lapisan dalam mulut atau bahkan alat kelamin
Planar xanthoma: munculnya bercak menonjol pada kulit.
2. Xanthelasma
Xanthelasma adalah jenis xanthoma planar yang paling umum. Xanthelasma muncul berupa bercak lembut benjolan kekuningan di sekitar mata penderita kolesterol. Biasanya, benjolan tersebut muncul di sekitar sudut mata dekat hidung.
3. Psoriasis
Kolesterol dapat menyumbat kapiler atau pembuluh darah kecil yang berfungsi untuk memasok oksigen ke kulit. Bila hal itu terjadi, warna kulit bisa berubah dan membuat kondisi kulit menjadi seperti psoriasis.
Psoriasis adalah kondisi kulit yang meradang sehingga menimbulkan bercak yang menonjol, tebal, gatal, memerah, dan bersisik. Hal ini adalah gangguan autoimun kronis yang menyebabkan respon peradangan di tubuh. Menurut Health Line, psoriasis dapat memengaruhi pembuluh darah sehingga bisa menyebabkan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
4. Emboli Kolesterol
Emboli kolesterol terjadi ketika kristal yang terdiri dari kolesterol dan zat lain terlepas dari plak di salah satu arteri besar dalam tubuh. Lalu, kristal-kristal tersebut bergerak melalui sistem peredaran darah sebelum masuk ke arteri atau pembuluh darah yang lebih kecil.
Emboli kolesterol dapat menghalangi aliran darah dan menyebabkan kerusakan serta gejala kulit, seperti borok kaki, perubahan warna kulit, gangren atau matinya jaringan tubuh, jari kaki membiru atau ungu, dan livedo reticularis.
5. Livedo Reticularis
Livedo reticularis adalah kondisi munculnya bintik merah kebiruan pada kulit dengan pola seperti jaring. Biasanya, bintik-bintik tersebut muncul di paha, kaki, jari kaki, bokong, hingga kaki bagian bawah.(sumber: cnbcindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pengendara Scoopy Tewas Terlindas Mobil di Mengwi Badung
Dibaca: 1863 Kali
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1692 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1263 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 1125 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah