Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Perkenalkan Warung Padang Nak Bali di Gianyar, Langganan Sopir Transport Singakerta
beritabali/ist/Perkenalkan Warung Padang Nak Bali di Gianyar, Langganan Sopir Transport di Singakerta.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Nyoman Sudarmayasa sudah 8 tahun berkecimpung membuka usaha warung makan. Bukan lawar, melainkan masakan khas Padang di Jalan Banjar Labak, Desa Singakerta, Kecamatan Sukawati. Peluang itu diambil karena di Singakerta belum ada warung Padang.
Usahanya buka pukul 10.00-24.00 menjual berbagai menu Padang. Dari tempe, ayam hingga rendang, lengkap dengan sayur singkong khas dan sambal hijau.
“Saya dari dulu skill saya senang masak. Dulu saya masakan Bali, karena menu Bali sudah banyak, maka saya beralih ke Padang,” ujar dia, Jumat (3/2).
Diakui, awal merintis cukup sulit. “Karena bumbu ada bedanya. Kalau Padang, tidak pakai kencur. Kami racik sendiri, blender. Kalau orang Padang sekali bikin bumbu, dipakai berulang kali. Kalau kami blender untuk keperluan masak, jadi fresh,” jelasnya.
Dia mengaku sudah punya langganan sopir transportasi. “Kami dikasih tahu saya sopir, coba masak Padang. Akhirnya saya coba. Apalagi tempat kan tidak ngontrak, modal saya keberanian saja,” ujar dia.
Awal mendirikan, modal Rp 60 juta dengan mengambil Kredit Usaha Rakyat (KUR). Keberanian membuka usaha tak lepas dari peluang yang diperoleh.
“Kalau lawar, masakan Bali sudah banyak sekali. Maka kami masakan Padang, pengajian juga Padang,” ujarnya.
Untuk harganya bersahabat. Ada paket Rp 10.000. “Kalau orang desa, bisa beli nasi Rp 7.000. Tetap kami berikan. Kalau Rp 7.000 kami kasih tempe, sayur, dan kuah. Supaya bisa menikmati kuah sedikit. Ada sambel merah dan hijau,” ujarnya.
Untuk paket komplit, termahal Rp 20 ribu, dengan lauk ayam atau rendang. “Yang belanja, ada sopir, siapa saja, orang Jawa juga banyak yang belanja,” ujarnya.
Dia memberikan mindset bahwa peluang di luar kebiasaan bisa diambil. “Kalau Gianyar, jualan lawar, be guling. Sekarang ubah profesi, jual masakan Padang Bali,” ujarnya.

Dengan kondisi perekonomian yang membaik usai Covid-19, dagangan laku. “Kalau habis ini semua Rp 5 juta. Kalau sepi Rp 1,5 juta. Pegawai kami keponakan,” ujarnya.
Pihaknya memberikan support kepada pemuda Bali, agar terus belajar. “Saya siap kok mengajari. Ayo kita bersaing sehat. Misalnya jualan pecel lele Bali, ayo kalau mau belajar, kami siap ajari. Yang penting ada niat,” ujarnya.
Untuk menemukan racikan dan rasa, memang perlu belajar pelan-pelan. “Kalau saya merasakan ada perbedaan, dari sisi bumbu. Kalau yang lain agak pengah, kalau disini tidak pengah, itu bedanya masakan kami,” tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3774 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1716 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang