Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Beredar Dua Video Aksi Begal di Taman Pancing Denpasar, Ini Kata Polisi
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Polisi telah menyelidiki beredarnya pesan berantai Whatsapp dan 2 video terkait aksi begal di Jalan Taman Pancing, Denpasar Selatan, pada Senin 21 Agustus 2023. Dari hasil lidik, pesan berantai tersebut tidaklah benar alias hoaks.
"Kami telah menyelidiki video tersebut dan mengecek lokasinya. Hasilnya tidak ada kejadian itu di Taman Pancing, itu hoaks," tegas Kapolresta Denpasar Kombespol Bambang Yugo Pamungkas, pada Senin 21 Agustus 2023.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Siber Polda Bali guna memastikan lokasi tersebut darimana berasal.
"Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan berita hoaks, cek kebenarannya dan jangan men-share berita yang membuat keresahan dimasyarakat," ungkap Kombes Bambang.
Sementara dari informasi, isi pesan berantai WhatsApp tersebut berupa imbauan kepada masyarakat adanya kejadian pembegal dan meminta masyarakat untuk tidak ada yang keluar rumah tanpa ada kepentingan yang jelas apalagi pergi ke Taman Pancing.
Pesan berantai lainnya, akan ada sidak di area Taman Pancing. Akibat beredarnya video tersebut telah menyebar di masyarakat dan menimbulkan keresahan masyarakat terutama warga Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1998 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun