Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 8 Juli 2026
Pemimpin Hamas: Rakyat Palestina Tak Akan Tinggalkan Jalur Gaza
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, menyatakan rakyat Palestina baik di Tepi Barat maupun di Gaza akan meninggalkan tempat mereka.
Hal itu diungkapkannya seiring rencana operasi besar-besaran militer Israel (Israel Defense Forces/IDF) ke Gaza setelah ultimatum warga sipil agar mengungsi selama enam jam telah berakhir, Sabtu (14/10) petang waktu setempat.
"Keputusan kami adalah tetap di dalam tanah air kami," kata Haniyeh yang juga merujuk ke Mesir didorong jadi tujuan mengungsi warga Palestina seperti dikutip dari Reuters, Minggu (15/10) dini hari WIB.
Sebelumnya, setelah tenggat waktu ultimatum 6 jam selesai, militer Israel meminta mereka untuk tidak kembali ke Kota Gaza hingga waktu, "Ketika kami bilang sudah aman".
IDF menegaskan sebelumnya mereka meminta warga Gaza untuk mengungsi ke wilayah selatan adalah demi keselamatan mereka sendiri.
Mereka juga mengkritik Hamas yang meminta rakyat Gaza untuk tak mengungsi ke selatan.
Pemerintah Amerika Serikat (AS) yang juga sekutu Israel mengimbau warga di Gaza melakukan evakuasi kek selatan melalui perbatasan Rafah, Mesir. AS disebut bekerja sama dengan Mesir, Israel, dan Qatar untuk membuka perbatasan Rafah selama jam yang terbatas itu pada Sabtu lalu.
"Kami telah menginformasikan kepada warga AS di Gaza kepada mereka yang bisa dikontak, jika mereka ingin selamat, mereka sebaiknya mendekati perbatasan Rafah," demikian juru bicara Kemenlu AS pada Sabtu lalu.
Baca juga:
Hamas Sambut Baik Dukungan dan Bantuan Rusia
Pemerintah Federal AS memperkirakan jumlah orang yang memiliki dwikenegaraan Palestina-Amerika di Gaza mencapai 500 hingga 600 dari jumlah populasi Jalur Gaza sebanyak 2,3 juta warga.
Serangan fase lanjutan Israel dari 3 Front
Mengutip dari CNN, militer Israel menyatakan telah mempersiapkan Fase Lanjutan ke Gaza usai ultimatum 6 jam mengungsi selesai. Serangan fase lanjutan itu adalah gempuran dari seluruh front--udara, laut, dan darat--dengan operasi di darat secara signifikan untuk 'memburu' milisi Hamas di Gaza.
Sebelumnya, Israel telah menyiagakan prajurit dan alutsista, serta komando cadangannya di sepanjang perbatasan Gaza.
Perang Israel dan Palestina telah berlangsung sepekan terakhir. IDF memborbardir Gaza setelah milisi Hamas melakukan manuver ke dalam wilayah Israel sebelumnya.(sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3608 Kali
Risiko terhadap Momentum Digital Indonesia
Dibaca: 1174 Kali
The Greatest Showcase Jadi Event Mermaid Pertama Terbesar di Indonesia
Dibaca: 1032 Kali
Positif Ekstasi, Kanit Reskrim Polsek Kuta Ditahan Propam Polda Bali
Dibaca: 739 Kali
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun