Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 3 Mei 2026
Bali Butuh Pusat Inovasi Bibit Dukung Pertanian Unggul
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Bali membutuhkan pusat inovasi bibit untuk pengembangan bibit unggul dalam Upaya mendukung pengembangan pertanian unggul di Bali.
Pusat inovasi bibit tersebut sekaligus sebagai tempat pengembangan agrowisata, artinya menjadi tempat wisata edukasi bagi masyarakat untuk belajar tentang pertanian dan agroteknologi.
Baca juga:
TP PKK Gianyar Tanam 1.300 Bibit Cabai
Hal tersebut terungkap dalam Pelatihan Pengembangan Pembibitan dan Inspirasi di Bidang Pertanian yang diselenggarakan oleh Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa (FP-Unwar) pada Sabtu (29/6) di Rumah Bunga Bali, Kerta Payangan, Gianyar.
Ketua Program Studi Agroteknologi, FP-Unwar, Dr. Ir Bagus Udayana M.Si menekankan pentingnya pengembangan sektor pembibitan untuk masa depan. Pembibitan tidak hanya harus berkembang secara kuantitatif, tetapi juga harus memperhatikan kualitas dan inovasi.
"Dengan adanya pusat inovasi bibit ini, diharapkan petani di Bali dapat menghasilkan panen yang lebih melimpah dan berkualitas tinggi," kata Udayana.
Udayana mengingatkan pentingnya kolaborasi antara praktisis dan akademisi agar bisa menciptakan sinergi yang positif antara dunia akademis dan dunia usaha. Ia juga menekankan pentingnya berpikir jauh ke depan dan melihat praktek lapangan sebagai kesempatan untuk menerapkan pengetahuan teoretis secara nyata, sembari tetap mempertimbangkan berbagai risiko yang mungkin dihadapi dalam kegiatan pembibitan.
Pengelola Kebun Rumah Bunga Bali, I Wayan Suamba, S.P., M.P menekankan bahwa pertanian tidak hanya sebatas pada konsep tradisional, tetapi harus dilihat sebagai sektor yang penuh dengan peluang inovasi dan potensi pengembangan.
Ia berharap berharap generasi muda, terutama mahasiswa, dapat melihat sektor pertanian dari perspektif yang lebih luas dan berinovasi untuk masa depan yang lebih baik.
Ia menambahkan pembibitan dan pertanian modern memerlukan pendekatan yang inovatif dan fokus pada pemasaran. Kolaborasi antara akademisi dan praktisi bisnis penting untuk mencapai keberhasilan jangka panjang.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 304 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 299 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang