Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 15 Agustus 2026
Pasar Senggol Kebo Iwa Diminta Dikosongkan, Prajuru Desa Adat Gianyar Datangi Pj Bupati
beritabali/ist/Pasar Senggol Kebo Iwa Diminta Dikosongkan, Prajuru Desa Adat Gianyar Datangi Pj Bupati.
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Pemerintah Kabupaten Gianyar menyurati Desa Adat Gianyar perihal mengosongkan lahan GOR Kebo Iwa per 31 Juli 2024. Namun karena tidak ada ketentuan, kemana harus pindah, maka Prajuru adat mendatangi Kantor Bupati Gianyar.
Prajuru dipimpin oleh Bendesa Anak Agung Mayun menemui Pj Bupati Gianyar Dewa Tagel Wirasa pada Kamis (18/7/2024). Dalam pertemuan itu, Bendesa memohon petunjuk dan meminta agar Pasar Senggol di Kebo Iwa dikembalikan lagi ke pasar Gianyar.
"Sebab histori pasar senggol memang di pasar Gianyar, maka minta agar kembali lagi," ujarnya usai pertemuan.
Dikatakan bahwa di pasar senggol yang dikelola adat menampung 300-an pedagang kuliner dan non kuliner. Dengan surat pengosongan itu, dikhawatirkan pedagang tidak punya tempat jualan.
"Karena itu, kami harap semua permintaan kami dikaji dan mendapatkan solusi terbaik," ungkap dia.
Baca juga:
Batal Jadi Mall, Lahan Kosong Eks Hardys Bakal Jadi Pasar Senggol Gianyar, Cek Anggarannya
Dikatakan lebih lanjut, sebelum ada keputusan dari pemerintah untuk lokasi pindah, maka pasar senggol tetap berada di Kebo Iwa.
Akan tetapi, pihak pemerintah belum bisa memberikan jawaban. Pj. Bupati Gianyar, Dewa Tagel Wirasa belum bisa memberikan keterangan terkait pertemuan itu.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/gnr
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4532 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2343 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 1995 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1605 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1048 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun