Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 17 September 2026
Tiga Hari Berlalu, Turki Masih Blokir Instagram
BERITABALI.COM, DUNIA.
Pengguna Instagram di Turki kembali tak bisa mengakses jaringan media sosial tersebut karena diblokir untuk tiga hari berturut-turut. Peristiwa ini menyusul tuduhan penyensoran terhadap perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu dari seorang pejabat tinggi Turki.
Melansir AFP, pada Jumat (2/8) silam, badan komunikasi BTK mengumumkan di situs bahwa platform milik Meta telah dibekukan, tanpa memberikan alasan apa pun.
Namun Menteri Transportasi dan Infrastruktur Abdulkadir Uraloglu pada hari yang sama mengatakan bahwa Instagram telah mengabaikan tuntutan pemerintah untuk menghapus unggahan tertentu.
"Negara kami memiliki nilai dan kepekaan. Meskipun kami telah memperingatkan, mereka tidak mengurus konten kriminal," ujar Uraloglu.
"Kami memblokir akses. Jika mereka menaati hukum kami, kami akan mencabut larangan tersebut."
Sementara pada Rabu (31/7), direktur komunikasi presiden, Fahrettin Altun, menuduh Instagram mencegah warga Turki mengunggah pesan belasungkawa untuk pemimpin Hamas Ismail Haniyeh.
"Ini adalah upaya kecaman yang sangat jelas dan nyata," kata Altun di X.
Haniyeh, pemimpin politik kelompok Islam Palestina Hamas dan sekutu dekat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, tewas di Teheran yang diduga dilakukan oleh Israel.
Erdogan menetapkan hari berkabung nasional untuk mengenang Haniyeh, sosok yang berperan penting dalam negosiasi untuk mengakhiri agresi Israel yang telah berlangsung selama hampir 10 bulan di Gaza.
Sumber anonim BTK membantah bahwa penutupan akses disebabkan oleh Instagram yang memblokir unggahan tentang Haniyeh. Kepada situs web Medyascope, sumber juga mengatakan bahwa hal itu disebabkan oleh "penghinaan terhadap Ataturk", pendiri Turki modern.
Partai oposisi sosial demokrat dan nasionalis, serta para profesional di bidang hukum mengajukan petisi ke pengadilan pada Jumat malam agar pembekuan dicabut.
Menurut media Turki, 50 juta dari 85 juta penduduk negara itu memiliki akun Instagram.
Ini bukan pertama kalinya pemerintah Turki memblokir sementara akses ke situs media sosial, termasuk Facebook, X, dan Wikipedia. Pemerintah Erdogan acap kali dituduh membungkam kebebasan berekspresi. (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5507 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3476 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2316 Kali
De Gadjah Dorong Pariwisata Toleransi sebagai Kekuatan Bali
Dibaca: 1129 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan