Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 2 Oktober 2026
Agroforestri Salak Sibetan Ditetapkan Sebagai Situs Sistem Warisan Pertanian Penting Global
beritabali/ist/Agroforestri Salak Sibetan Ditetapkan Sebagai Situs Sistem Warisan Pertanian Penting Global.
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Pertama di Indonesia, dan menjadi yang ke-89 di Dunia, Agroforestri Salak di Desa Adat Sibetan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali akhirnya ditetapkan sebagai Situs Globally Important Agricultural Heritage System (GIAHS).
Penetapan ini dilaksanakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) dalam sidang di sekretariat FAO Roma pada 19 September 2024 lalu, setelah melalui serangkaian proses termasuk ferifikasi proposal “Salak Agroforestry System in Karangasem pada 2 hingga 4 februari 2024 lalu.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Karangasem, I Nyoman Siki Ngurah merasa bersyukur skaligus mengucapkan terimakasih atas dukungan Tim GIAHS Pusat maupun Tim GIAHS Kabupaten Karangasem serta semua pihak yang terlibat atas Perjuangan dan Pendampingannya sehingga bisa meraih Penetapan GIAHS oleh Tim FAO Roma tersebut.
Baca juga:
Sistem Agroforestri Budidaya Salak di Karangasem Masuk Daftar Warisan Pertanian Dunia dari FAO
"Dukungan, partisipasi dan komitmen dari semua pihak untuk mendukung dan keberlanjutan Program GIAHS sangat kami harapkan dalam rangka menjaga ketahanan pangan, pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Karangasem," kata Siki Ngurah, Rabu (2/10/2024).
Menurut Siki Ngurah, tanaman salak yang ada di Sibetan, Karangasem penuh sejarah merupakan warisan turun temurun sejak abad ke 14. Karenaitulah sistem pertanian salak sibetan ini sangat melekat dengan kehidupan masyarakat, salak merupakan sumber pangan, sumber kehidupan bagi petani dan masyarakat.
Baca juga:
Pemkab Karangasem Menyambut Tim Ahli SAG GIAHS-FAO untuk Verifikasi Sistem Agroforestri Salak
Agroforesty salak sibetan juga tempat pelestarian sumber daya genetik yang sangat kompleks memiliki 14 jenis salak, masyarakat didalam bertani memiliki pengetahuan tradisional budidaya salak baik cara bercocok tanam dengan 5 strata salak sejak dahulu yang merupakan kearifan lokal memiliki kehidupan sosial budaya yang kental dengan tradisi, dan memiliki bentang alam lanskape yang sangat menarik dan yang mungkin orang tidak ketahui adalah pohon salak ini adalah pohon pinter yg bisa diarahkan tumbuhnya, pohon awet muda dengan sistem perundukan dan akan tumbuh terus.
Bagi mantan Kadis Damkar Karangasem ini, penetapan GIAHS sangat penting, karena dengan penetapan ini, artinya sudah mendapat pengakuan dunia, menjadi tempat pembelajaran, pelestarian, keberlanjutan tentunya bisa memebrikan dampak ekonomi dan kesejahteraan yang lebih pada petani dan masyarakat.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
Dermaga MB 2 Diperbaiki, Antrean Gilimanuk Mengular 400 Meter
Dibaca: 316 Kali
Rumah Warga di Tembuku Bangli Terbakar, Kerugian Rp200 Juta
Dibaca: 251 Kali
Giliran Anggota Satresnarkoba Polresta Denpasar Terseret Kasus Senpi
Dibaca: 224 Kali
Bandara Ngurah Rai Layani 15,5 Juta Penumpang hingga Agustus 2026
Dibaca: 223 Kali
Desak Rita Raih Emas dan Pecahkan Rekor Asian Games 2026
Dibaca: 199 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar