Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Australia Resmi Sahkan UU yang Melarang Anak-anak di Bawah 16 Tahun Bermedia Sosial
BERITABALI.COM, DUNIA.
Parlemen Australia baru saja mengesahkan undang-undang kontroversial yang melarang penggunaan media sosial oleh anak-anak di bawah usia 16 tahun.
Pada Jumat, 29 November 2024, Majelis Tinggi Parlemen Australia meloloskan Undang-Undang Keamanan Daring (Online Safety Amendment Social Media Minimum Age Bill 2024) dengan perbandingan suara 34 mendukung dan 19 menolak. Dengan ini, Australia resmi melarang anak-anak di bawah 16 tahun mengakses platform media sosial seperti Facebook, Instagram, TikTok, dan X (sebelumnya Twitter).
Langkah ini menjadi salah satu regulasi paling ketat di dunia terkait penggunaan media sosial yang dikenal sebagai salah satu sarana kebebasan berekspresi. Undang-undang ini menetapkan denda hingga AU$50 juta (sekitar Rp516 miliar) bagi perusahaan teknologi yang terbukti lalai atau sengaja membiarkan anak-anak menggunakan platform mereka.
Meskipun demikian, RUU ini tidak menjelaskan secara rinci bagaimana perusahaan diharapkan untuk mematuhi aturan ini. Hanya dinyatakan bahwa perusahaan diharapkan memastikan penggunanya di Australia berusia 16 tahun atau lebih. Undang-undang ini akan mulai berlaku dalam waktu 12 bulan mendatang.
Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang mendukung penuh kebijakan ini, menegaskan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk melindungi anak-anak dari potensi bahaya penggunaan media sosial. Albanese menyatakan bahwa media sosial dapat menambah kecemasan, penipuan, dan dampak negatif lainnya bagi anak-anak. Ia juga menyarankan agar anak-anak mulai kembali berfokus pada kegiatan fisik dan pertemuan langsung, seperti berolahraga atau bermain di luar rumah.
Namun, keputusan ini tidak lepas dari protes. Banyak anak-anak, akademisi, dan aktivis yang menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap larangan tersebut. Beberapa anak merasa media sosial memberikan kesempatan untuk belajar hal-hal baru, seperti tutorial memasak atau membuat karya seni, yang sulit ditemukan dalam buku.
Elsie Arkinstall, seorang gadis berusia 11 tahun, mengatakan, "Anak-anak harus bisa mengeksplorasi teknik-teknik tersebut, karena Anda tidak bisa mempelajari semuanya hanya dari buku." (sumber: cnnindonesia.com)
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8540 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5897 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3697 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2530 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar