Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Kronologi Perampokan Sadis di Jimbaran, Ibu Penjual Roti Tewas Ditusuk
BERITABALI.COM, BADUNG.
Peristiwa perampokan berdarah terjadi di Perumahan Kori Nuansa Barat Blok III Nomor 6, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, pada Minggu, 23 Februari 2025, sekitar pukul 03.00 dini hari.
Seorang ibu rumah tangga dan juga penjual roti bernama Kartini (56) ditemukan tewas bersimbah darah di dalam rumahnya dengan lima tusukan di punggung serta satu luka tusuk pada paha bagian belakang. Korban diduga tewas akibat kehabisan darah.
Selain korban, anaknya bernama Dika Putri Kartikasari (24) juga menjadi sasaran pelaku. Beruntung, Dika selamat dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Bali, Jimbaran, Kuta Selatan, dengan luka cekikan di leher serta lebam di wajah. Sementara jasad ibunya dievakuasi ke RSUP Prof Ngoerah, Sanglah, Denpasar.
Saksi warga, Jo, yang mengenal korban menyatakan bahwa Kartini dan anaknya hanya tinggal berdua di rumah tersebut.
"Saya sempat keluar ke jalan, mencari ke utara, namun tidak ada apa-apa," katanya.
Sekitar 30 menit kemudian, Jo mendengar suara minta tolong dari tetangganya, Dika. Saat memasuki rumah korban, ia melihat darah berceceran di lantai ruang tamu.
"Saat itu ibunya (Kartini) terlihat masih hidup karena masih bergerak namun sudah tak bisa bicara. Anaknya (Dika) juga tidak bisa bicara saat saya tanyain," ujarnya lagi.
Menurut Dika, seorang pria tak dikenal masuk ke rumah dan menyerang ibunya. Ketika Dika melihat kejadian itu, pelaku berusaha mencekiknya.
"Pelaku menghampiri Dika lalu mencekiknya sekuat tenaga. Pelaku mungkin berusaha untuk membunuh anaknya juga," kata saksi.
Dika berusaha berontak dan berteriak meminta ampun. Panik, pelaku melarikan diri dengan melompat ke bedeng proyek di belakang rumah.
Sementara itu, pelaku yang diduga menghabisi nyawa Kartini adalah buruh proyek bernama Rafli asal Pasuruan, Jawa Timur. Hal ini diperkuat oleh keterangan tiga rekannya sesama buruh dan ciri-ciri fisik yang cocok dengan kesaksian Dika.
Diketahui, Rafli mendadak kabur dari bedeng proyek sekitar pukul 04.00 Wita dengan mengenakan celana pendek dan jaket hitam. Kepada teman-temannya, ia hanya mengatakan hendak pergi ke Ubud, Gianyar, karena gaji kecil.
Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terhadap kasus ini. Rumah korban telah dipasangi garis polisi, sementara darah yang berceceran di ruang tamu masih dibiarkan sebagai bagian dari bukti investigasi.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan kejadian ini.
"Masih diselidiki, kita tunggu data lengkapnya," ujar AKP Sukadi kepada awak media, Minggu 23 Februari 2025.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8518 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5862 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3680 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2510 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar