Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 27 September 2026
Pemasangan CCTV di Jembatan Tukad Bangkung, Pakar: Tidak Menyentuh Akar Masalah
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pemasangan kamera pengawas (CCTV) di Jembatan Tukad Bangkung sebagai langkah mencegah aksi bunuh diri menuai tanggapan dari ahli kesehatan jiwa Prof. Dr. dr. Cokorda Bagus Jaya Lesmana, S.Ked, Sp.KJ (K), MARS.
Guru Besar Universitas Udayana ini menyampaikan bahwa keberadaan CCTV bisa memberi efek jera bagi sebagian orang, terutama mereka yang menyadari dirinya sedang diawasi.
“Pemasangan CCTV memang bisa memberikan efek jera atau membuat seseorang berpikir ulang sebelum melakukan tindakan bunuh diri, terutama bila mereka sadar bahwa gerak-geriknya dipantau,” jelas Prof. Cok Bagus, Senin (7/4/2025).
Menurutnya, kamera pengawas dapat mencegah tindakan impulsif, namun tidak menyentuh akar persoalan yang menjadi penyebab utama seseorang memilih mengakhiri hidup.
“Dalam beberapa kasus, kehadiran kamera pengawas dapat memberikan rasa 'diawasi' yang bisa mencegah tindakan impulsif, namun tidak menyentuh akar masalah. CCTV hanya mencegah dari segi fisik atau akses, bukan menyentuh akar masalah psikologis yang menjadi penyebab seseorang ingin bunuh diri,” tegasnya.
Prof. Cok Bagus menyoroti bahwa gangguan mental seperti depresi, kecemasan berat, atau tekanan hidup tidak bisa diselesaikan hanya dengan pengawasan kamera.
Ia juga menekankan pentingnya sistem pemantauan aktif dan respons cepat dari petugas, agar intervensi dapat dilakukan sebelum terlambat.
“Efektivitas CCTV juga akan bergantung jika diiringi sistem pemantauan aktif dan respons cepat dari petugas. Jika ada pengawasan real-time dan petugas bisa langsung bertindak saat melihat ada orang dengan gelagat mencurigakan, maka peluang mencegah tindakan fatal jauh lebih besar,” jelasnya.
Lebih jauh, menurutnya, solusi pencegahan bunuh diri seharusnya tidak hanya berfokus pada tempat kejadian, melainkan juga pada upaya membantu individu mengatasi penderitaan psikologisnya.
“Kita harus membangun sistem yang tidak hanya mencegah orang melakukan tindakan di lokasi tertentu, tapi juga membantu mereka mengatasi penderitaan yang mereka alami. Pencegahan bunuh diri adalah tanggung jawab bersama,” pungkas Prof. Cok Bagus.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/tim
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8488 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5831 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3655 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2483 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar