Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 29 September 2026
Kapolresta Denpasar Sambangi Puri Pemecutan, Pererat Sinergi Adat
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi sekaligus menjaga stabilitas keamanan wilayah, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Muhammad Iqbal Simatupang, S.I.K., M.H., bersama jajaran pejabat utama (PJU) dan Kapolsek Denpasar Barat, melaksanakan kunjungan Sambang Kamtibmas ke Puri Agung Pemecutan, Denpasar Barat, Selasa (30/4).
Rombongan Kapolresta disambut hangat oleh para penglingsir Puri, yakni A.A. Surya Ningrat, A.A. Ngurah Ketut Parwa, dan A.A. Rai Sudarma, beserta keluarga besar puri.
Dalam sambutannya, Kapolresta Denpasar menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan tersebut. Ia memperkenalkan diri sebagai Kapolresta yang baru dan menyatakan maksud kedatangannya untuk mempererat kerja sama menjaga kamtibmas.
"Kami hadir untuk menjalin kerja sama, bersilaturahmi, dan sekaligus memperkenalkan diri sebagai Kapolresta yang baru. Kami mohon bimbingan serta masukan dari keluarga besar Puri Agung Pemecutan agar ke depannya sinergi ini bisa terus berjalan dalam menjaga keamanan, khususnya saat ada kegiatan upacara keagamaan,” ujar Kapolresta.
Ia juga memastikan jajarannya siap membantu pengamanan serta pengaturan lalu lintas dalam berbagai kegiatan adat yang digelar oleh Puri Agung Pemecutan.
Menanggapi hal tersebut, Pengabih Puri A.A. Surya Ningrat menyampaikan apresiasi. Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 50 kepala keluarga, dengan 44 KK bermukim di wilayah Tainsiat. Pihaknya juga akan selalu membuka jalur komunikasi dan siap bersinergi dengan kepolisian.
Menariknya, dalam kesempatan itu, penglingsir puri turut menyampaikan kilas balik sejarah Puri Agung Pemecutan yang menjadi saksi penting perjalanan Kota Denpasar. Puri ini didirikan oleh Kyai Gede Raka, seorang tokoh sentral yang menjadikan kawasan Pemecutan sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Badung pada masanya.
Puri Agung Pemecutan juga tercatat sebagai benteng terakhir dalam Perang Puputan Badung tahun 1906, sebuah peristiwa heroik melawan penjajahan Belanda, sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi saat ini di Jalan Thamrin. Simbol "pecut" atau cambuk yang menjadi lambang kebesaran Puri, merepresentasikan kekuatan, wibawa, dan warisan panjang raja-raja Denpasar.
Kunjungan ini diharapkan menjadi semangat baru untuk menjaga sinergi antara kepolisian dan keluarga besar Puri Agung Pemecutan dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian nilai-nilai adat serta sejarah di Kota Denpasar.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/spy
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8524 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5873 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3685 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2518 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar