Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 3 Mei 2026
Pariwisata Bali Terlalu Bebas, Perlu Seleksi Wisatawan
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Guru Besar Ilmu Pariwisata Berbasis Lingkungan Universitas Udayana, Prof. Dr. I Nyoman Sunarta, M.Si., menyoroti kondisi pariwisata Bali yang dinilainya terlalu terbuka bagi semua jenis wisatawan tanpa seleksi yang ketat.
"Kalau sudah ada penembakan, artinya keamanan kita sedang diuji. Kita membuka pintu terlalu lebar, wisatawan kelas nyamuk sampai kelas gajah pun masuk. Sulit menyeleksi siapa yang boleh dan tidak," ujarnya, belum lama ini di Sanur, Kota Denpasar.
Prof. Sunarta menekankan pentingnya keterlibatan pecalang dan masyarakat lokal dalam menjaga kualitas pariwisata Bali. Menurutnya, kualitas masyarakat lokal akan menentukan kualitas wisatawan yang datang.
“Sekarang saatnya fokus pada kualitas, bukan hanya kuantitas. Kita harus tahu pasar mana yang ingin kita tarik. Jangan asal buka pintu, tapi tidak tahu siapa yang datang,” tegasnya.
Selain itu, Prof. Sunarta juga menyoroti perbedaan kebijakan keluar masuk wisatawan. Ia menyebutkan betapa sulitnya warga Indonesia mendapatkan visa ke luar negeri, sementara wisatawan asing justru dengan mudah masuk ke Bali tanpa saringan yang memadai.
Di tengah situasi keamanan global yang semakin rawan dan meningkatnya kasus wisatawan bermasalah, Prof. Sunarta mengingatkan agar Bali tidak sekadar menjadi destinasi murah yang mudah diakses oleh wisatawan tak bertanggung jawab.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 304 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 293 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang