Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 30 September 2026
Made Djirna Hadirkan Instalasi Perahu dan Naga di Ubud Art Ground
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Seniman kontemporer asal Bali, Made Djirna, menghadirkan sebuah karya instalasi yang bukan hanya menarik secara visual, tetapi juga menggugah kesadaran, bertajuk ‘Transient-Continuous (Numpang Lewat–Berkelanjutan)’.
Dalam karya ini, Djirna membangun perahu dan naga dari bahan-bahan alami seperti kayu, batu, tanah liat, dan serat yang menyimpan jejak alam, sejarah, serta ingatan. Karya tersebut menjadi penanda eratnya hubungan manusia dengan lingkungan tempat ia tumbuh.
Tidak sekadar menjadi objek seni, instalasi ini menjadi ruang pengalaman batin yang melintasi ruang dan waktu. Perahu dengan sejumlah gelondongan kayu di atasnya menjadi simbol perjalanan, transisi, dan kelahiran kembali—juga menggambarkan manusia yang selalu mengusung beban masa lalu.
Di bagian lain, bangunan bertingkat dihiasi kain Dewata Nawa Sanga berwarna-warni melambangkan masa kini yang terus berubah dinamis, sebagaimana Bali yang bercita-cita menjaga keberlanjutan dengan berpijak pada akar tradisi kuat.
Sosok naga dalam karya ini hadir sebagai simbol kekuatan spiritual yang diyakini masyarakat Bali sebagai penjaga alam semesta dan pelindung dari energi buruk.
Djirna juga memamerkan instalasi di dalam ruang pamer Gudang Kayu, menyandingkan karya-karya di luar dan dalam ruang sebagai refleksi buana agung (makrokosmos) dan buana alit (mikrokosmos). Karya ini mengajak pengunjung memahami bahwa manusia adalah bagian kecil dari semesta, namun memiliki peran besar dalam menjaga harmoni dan keseimbangan alam.
Menurut Djirna, manusia dalam hidupnya hanyalah sementara, menumpang lewat dalam ruang dan waktu, namun memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai dan lingkungan sekitarnya.
“Betapa penting menjaga harmoni dengan alam, menghormati tradisi, menghadapi tantangan masa depan,” ujar Djirna tentang karyanya yang juga merupakan pengembangan dari karya 'Numpang Lewat' di Museum ARMA Ubud.
Pameran ini merupakan bagian dari Ubud Art Ground, sebuah platform seni bertema ‘Parallels: Legacies in Flux’ yang berlangsung di Batu Kurung Estate, Kedewatan, Ubud. Pameran perdana ini akan dibuka resmi pada Jumat, 11 Juli 2025.
Kurator Farah Wardani menyebut pameran ini menampilkan karya dari 51 seniman yang menggambarkan dinamika warisan tradisi dan lahirnya seniman muda kontemporer pascapandemi Covid-19.
Farah secara khusus menunjuk Made Djirna sebagai figur sentral dalam pameran kali ini.
Menurutnya, Djirna bukan hanya representasi kesinambungan nilai-nilai tradisi dalam seni rupa Bali, tetapi juga sosok perekat antar-generasi yang melalui pencapaiannya mampu menjembatani eksplorasi budaya Bali dengan ekspresi seni kontemporer.
Pameran ini dapat dikunjungi mulai Sabtu, 12 Juli hingga 10 Agustus 2025, serta menampilkan karya dari 20 seniman Central Academy of Fine Arts (CAFA) Beijing yang mengeksplorasi inovasi seni lukis tradisional Tiongkok dalam konteks seni modern, di bawah kurasi Profesor Qiu Ting.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8559 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5911 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3713 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2539 Kali
ABOUT BALI
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar