Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 2 Mei 2026
Desa Adat Bali Jadi Garda Depan Hadapi Perubahan Iklim
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Peran desa adat Bali kembali menjadi sorotan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.
Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra, menegaskan bahwa nilai-nilai tradisi Bali sejatinya telah lama mempraktikkan strategi adaptasi dan mitigasi iklim, bahkan jauh sebelum istilah itu populer digunakan.
“Kalau kita tarik jauh ke belakang, desa adat kita sudah memiliki konsep menjaga keseimbangan. Tri Hita Karana harmoni antara Tuhan, manusia, dan alam sesungguhnya sudah merupakan bagian dari adaptasi dan mitigasi iklim,” ujar Dewa Indra saat berbicara dalam forum di Sanur, Kota Denpasar, Senin (25/8/2025).
Menurutnya, kearifan lokal masyarakat adat terbukti sangat adaptif. Dalam praktik pertanian misalnya, pola tanam, pengelolaan air, hingga penentuan musim tanam selalu mempertimbangkan kondisi iklim.
“Mereka tahu dari mana sumber airnya, kapan menanam, dan bagaimana menjaganya. Itu semua bagian dari strategi menghadapi perubahan iklim,” jelasnya.
Dewa Indra juga menyoroti kesamaan antara Bali dan Sumatra Barat, yang sama-sama memiliki basis masyarakat adat kuat desa adat di Bali dan nagari di Sumbar.
Sebanyak 81 persen nagari berada di kawasan hutan, sehingga peran mereka sangat penting dalam menjaga hutan sebagai paru-paru bumi.
“Bukankah substansi pengendalian emisi adalah menjaga hutan agar produksi oksigennya lebih tinggi dari karbon? Kalau hutan lestari, maka kita sudah berada di jalur yang benar,” tegasnya.
Selain penguatan peran desa adat, Bali juga terus mengembangkan energi bersih. PLN didorong mengganti pembangkit berbahan solar menjadi gas LPG dan energi surya. Bahkan, bangunan-bangunan diwajibkan menggunakan solar cell.
Di sektor transportasi, kampanye kendaraan listrik juga semakin masif. “Forkompinda Bali sudah semua menggunakan kendaraan listrik. Bahkan, di Pemda setiap hari Jumat wajib menggunakan kendaraan listrik. Tinggal bagaimana kita dorong desa adat ikut terlibat,” kata Dewa Indra.
Dirinya menambahkan, kolaborasi Bali dan Sumatra Barat adalah contoh konkret bahwa masyarakat adat bukan hanya warisan budaya, tetapi juga benteng utama dalam menjaga bumi dari krisis iklim global.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 187 Kali
Polisi Bongkar 14 Kasus Narkoba di Badung, 15 Tersangka Ditangkap
Dibaca: 117 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang