Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 26 Oktober 2026
Desa Adat di Badung Diminta Buat Pararem Atur Rabies
BERITABALI.COM, BADUNG.
Pemerintah Provinsi Bali mendorong setiap desa adat memiliki pararem yang mengatur pencegahan dan penanganan penyakit rabies. Instruksi ini telah disampaikan sejak dua tahun lalu, termasuk di Kabupaten Badung.
Sekretaris Majelis Desa Adat (MDA) Badung, IB Gede Widnyana, menyampaikan bahwa hingga kini masih kurang dari 50 persen desa adat di Bali yang sudah memuat pararem tentang rabies.
"Yang mengatur tentang rabies sudah dicanangkan dari pemerintah provinsi akhirnya dianjurkan setiap desa di Bali membuat pararem dari instruksi itu kurang lebih 2 tahun lalu di Badung," jelasnya saat ditemui, Selasa (16/9/2025) lalu.
Widnyana menegaskan, perbedaan tingkat prioritas menjadi alasan belum semua desa adat memiliki pararem rabies.
"Maksud saya ada banyak pararem tuntutannya di desa adat itu disesuaikan dengan tingkat prioritasnya, disesuaikan dengan situasi dan kondisi di desa adat masing-masing. Itu sebabnya tidak semua desa adat langsung memprioritaskan pararem rabiesnya, mungkin di sana tidak terlalu banyak anjing, tidak terlalu ramai, masih tertib. Jadi, prioritas pararem lain diutamakan itu menyebabkan bukan karena ketidaksungguhan," paparnya.
Ia menambahkan, pararem di desa adat tidak hanya mengatur rabies, tetapi juga berbagai hal teknis lainnya yang merupakan turunan dari awig-awig.
"Tidak hanya rabies yang kita atur, turunan dari awig-awig ada pararem pengele yang khusus mengatur situasi teknis yang mengenai situasi lapangan, ada pararem covid, ada pararem tentang sampah, ada pararem tentang tamu, ada pararem kependudukan, salah satunya tentang rabies, begitu banyaknya turunan dari awig tentang teknis situasional di masing-masing desa adat," bebernya.
Widnyana menekankan pentingnya menjaga keseimbangan dan keamanan di wilayah desa adat.
"Poin ditekankan adalah, bagaimana menjaga pasukertaan wawidangan pelemahan, lan pawongan, jadi harus menjaga keamanan, keselamatan, keterlibatan, biar harmoni. Masing masing pemilik hewan wajib menjaga hewan peliharaannya kalau ada sebab dan akibatnya wajib memiliki hak, kewajiban, dan tanggung jawab pemiliknya," tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5878 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2583 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2228 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan