Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 20 Juni 2026
Alih Fungsi Lahan Sawah di Karangasem Capai 161 Hektar dalam Setahun
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Lahan persawahan di Kabupaten Karangasem kian menyusut. Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (Distan) Karangasem mencatat sepanjang tahun 2024 terdapat 161 hektar sawah yang beralih fungsi.
Sebagian dialihkan menjadi bangunan, sementara sebagian lainnya ditanami komoditas non-padi. Kabid Prasarana dan Sarana Distan Karangasem, Gede Suata Brata, mengungkapkan alih fungsi lahan pertanian paling banyak terjadi di Kecamatan Sidemen.
Baca juga:
Tertinggi Alih Fungsi Lahan Sawah di Bali, Denpasar Kehilangan 38 Persen Sawah dalam Enam Tahun
“Kalau data 2025 belum ada, biasanya petugas mendata di akhir tahun. Tapi setiap tahun pasti ada sawah yang beralih fungsi,” jelasnya, Senin (22/9/2025).
Meski terjadi penyusutan, total luas persawahan di Karangasem masih tercatat lebih dari 7.022 hektar. Suata Brata berharap para petani tetap mempertahankan lahan sawah agar tidak terus menyusut, sejalan dengan program pemerintah yang mendorong swasembada pangan.
Baca juga:
Banjir Denpasar, Koster Bantah Karena Alih Fungsi Lahan, Walhi Tunjukkan Data 780 Hektare
“Kami berupaya maksimal agar petani tidak mengalihkan fungsi sawah. Apalagi Karangasem ditarget menanam padi di atas 15 ribu hektar. Kami juga rutin memberikan benih gratis,” ujarnya.
Sayangnya, hasil produksi padi Karangasem belum mampu mencukupi kebutuhan pangan seluruh penduduk. Dari total produksi sekitar 65 ribu ton gabah per tahun, hanya menghasilkan sekitar 39 ribu ton beras setelah diolah.
Jumlah tersebut jauh di bawah kebutuhan konsumsi masyarakat Karangasem. Berdasarkan data BPS, dengan jumlah penduduk sekitar 522 ribu jiwa, kebutuhan beras per tahun mencapai lebih dari 111 ribu ton.
Kendati demikian, Suata Brata menegaskan kekurangan beras masih bisa ditutupi dengan komoditas pangan lainnya. “Kalau dihitung semua, termasuk jagung, ubi jalar, kedelai, dan kacang tanah, Karangasem masih bisa dikatakan surplus pangan,” imbuhnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/krs
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun