Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
PUPR Badung Jelaskan Alasan Railing Jembatan Tukad Bangkung Belum Terpasang
BERITABALI.COM, BADUNG.
Aksi dugaan bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, Badung, Kamis (25/9/2025) ramai diperbincangkan warganet. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, tampak area rest area jembatan masih terbuka tanpa pagar pengaman.
Kondisi ini membuat banyak netizen mempertanyakan mengapa railing atau pagar pengaman belum terpasang sepenuhnya di jembatan tertinggi se-Asia Tenggara tersebut.
Menanggapi sorotan tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung memberikan penjelasan. Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Badung, I Gusti Ngurah Suardika, mengatakan pengerjaan railing masih dalam proses dan progresnya kini sudah lebih dari setengah.
"Pemasangan reling sudah berjalan selama 13 minggu. Realisasi sekitar 62 persen," jelasnya, Jumat (26/9/2025).
Ia menyebut, material railing dikerjakan di Surabaya dan saat ini sudah selesai tahap fabrikasi. Pihaknya kini menunggu tahapan akhir proses pelapisan galvanis.
"Kami sudah selesaikan fabrikasi. Kemarin masih proses celup hotdip galvanis," ucapnya.
Suardika memastikan, seluruh badan jembatan hingga area rest area nantinya akan tertutup rapat dengan pagar pengaman. Meski saat ini terlihat masih terbuka, hal itu karena pemasangan belum rampung sepenuhnya.
"Ya, ditutup total nanti. Intinya semua ditutup cuma karena belum selesai saja (terkesan terbuka). Posisi di rest area juga ditutup nanti," katanya.
Ia juga menjelaskan, desain tiang railing dibuat bervariasi menyesuaikan kondisi lapangan dan adanya rest area pada jembatan tersebut.
"Cuma itu tipe tiangnya, bentuknya berbeda menyesuaikan dengan kondisi lapangan, karena ada rest areanya. Ada lekukan," jelasnya.
Menurut Suardika, pemasangan railing ini menjadi prioritas utama Pemkab Badung menyusul maraknya kasus ulah pati (bunuh diri) di lokasi tersebut. Pihaknya menargetkan proyek selesai sesuai jadwal, bahkan bisa lebih cepat dari November 2025.
"Proyek ini diharapkan dapat rampung sesuai target untuk mengamankan seluruh badan jembatan. Bahkan lebih cepat dari target November 2025", tutupnya.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/aga
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5921 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4641 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2611 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2267 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2216 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan