Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jembrana Fokus Perbaiki Infrastruktur Rusak Akibat Banjir
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Pemerintah Kabupaten Jembrana mulai menyiapkan perbaikan sejumlah infrastruktur yang rusak akibat banjir beberapa waktu lalu. Kerusakan terjadi pada beberapa ruas jalan kabupaten dan juga tanah longsor di beberapa titik.
Kepala Dinas PUPRPKP Jembrana, I Wayan Sudiarta, mengatakan perbaikan akan difokuskan pada jalan yang mengalami kerusakan parah dan berpengaruh terhadap aktivitas warga. Salah satunya jalan yang menjadi akses utama bagi siswa menuju sekolah.
“Pascabanjir, ada beberapa jalan yang rusak berat dan harus segera diperbaiki karena mempengaruhi aktivitas warga. Perbaikan akan menggunakan anggaran sebesar Rp461.720.000,” jelasnya, Selasa (14/10/2025).
Selain itu, kata Sudiarta, perbaikan juga dilakukan pada jalan longsor di Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan, dengan anggaran sekitar Rp400 juta.
“Untuk perbaikan jalan pasca banjir yang menjadi prioritas, total panjangnya sekitar 2,5 kilometer dengan anggaran sebesar Rp3,5 miliar. Ada beberapa titik yang akan ditangani,” tambahnya.
Ia berharap, seluruh perbaikan bisa selesai tepat waktu agar akses masyarakat kembali lancar dan kegiatan ekonomi dapat berjalan normal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/jbr
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2808 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2033 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1983 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun