Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 3 Mei 2026
Koster Bantah Bali Sepi, Kunjungan Total Wisatawan 2025 Turun 121 Ribu
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Gubernur Bali Wayan Koster membantah isu Bali sepi yang ramai beredar di media sosial. Berdasarkan data resmi, kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali justru mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025.
Gubernur Wayan Koster mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat melalui Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana atas capaian kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Bali yang menembus lebih dari 7,1 juta orang sepanjang 2025.
Gubernur Bali bersama Penglingsir Puri Agung Ubud Tjokorda Gde Putra Sukawati, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, dan Tjokorda Gde Raka Sukawati mendampingi Menteri Pariwisata RI mengunjungi Puri Agung Ubud, Gianyar. Kunjungan tersebut sekaligus memperlihatkan tingginya antusiasme wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) yang berlibur di Ubud, sehingga isu Bali sepi dinilai tidak sesuai fakta.
Berdasarkan data Angkasa Pura hingga 31 Desember 2025, Gubernur Koster menyampaikan secara rinci jumlah wisman yang datang ke Bali melalui jalur udara mencapai lebih dari 7.050.000 orang. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sekitar 6,3 juta wisman.
“Rekor ini. Sebelum Covid-19, tahun 2019 Wisman ke Bali hanya 6,27 juta, sebelum itu lebih rendah lagi. Rupanya Bali tetap menjadi daya tarik masyarakat dunia, apapun isu-nya Wisman tetap pilih Bali,” tegas Koster, Kamis 1 Januari 2026.
Selain melalui udara, kedatangan wisman ke Bali juga tercatat melalui jalur laut atau kapal pesiar. Berdasarkan data Pelabuhan Benoa, jumlah wisman yang datang melalui cruise mencapai sekitar 71 ribu orang pada 2025, meningkat dari tahun 2024 yang hanya sekitar 53 ribu orang.
“Jadi kalau kedatangan Wisman dari udara ini ditambah dengan kedatangan dari laut itu jumlahnya menjadi 7,1 juta lebih. Nah ini kita tidak hitung dengan yang di darat,” jelas Gubernur Bali.
Sementara itu, kunjungan wisatawan nusantara ke Bali pada tahun 2025 tercatat mencapai 9,28 juta orang. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai sekitar 10,1 juta kunjungan, atau turun lebih dari 700 ribu orang.
“Kalau ditotal kedatangan Wisman dan Wisnus di tahun 2025 ke Bali mencapai sekitar 16,38 juta orang atau menurun dibandingkan pada tahun 2024, yang mana jumlah total kunjungannya berada di angka 16,4 juta,” ungkap Koster.
Ia menambahkan, secara keseluruhan jumlah kunjungan wisatawan ke Bali pada 2025 tercatat turun sekitar 121 ribu orang atau 0,7 persen. Penurunan tersebut disebabkan oleh berkurangnya kunjungan wisatawan domestik, bukan karena Bali sepi pengunjung.
Karena itu, Koster menegaskan isu Bali sepi yang beredar di media sosial telah terbantahkan oleh data dan kondisi di lapangan. Ia menyebut Menteri Pariwisata telah meninjau langsung Bandara I Gusti Ngurah Rai, pusat perbelanjaan, serta sejumlah destinasi wisata, termasuk Ubud, yang justru menunjukkan kepadatan aktivitas.
“Data sudah membantah bahwa Bali tidak sepi, kedatangan Wisman ke Bali malah mencapai rekor tertinggi,” kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng, seraya menegaskan kondisi keamanan Bali sangat aman dan kondusif.
Baca juga:
Koster Tegas Tolak Sampradaya Asing di Bali
Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri Wardhana menegaskan Bali tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Pusat dalam pengembangan pariwisata nasional. Ia menyebut Bali memiliki peran strategis dan terus mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
“Bali adalah destinasi yang sangat penting bagi Indonesia, World Bank juga sudah melakukan kajian terkait apa saja isu – isu Bali dan bagaimana quality tourism di Bali bisa dibangun yang sesuai dengan Perda Provinsi Bali tentang Pariwisata Bali yang berkualitas,” kata Menpar RI.
Sementara itu, perwakilan keluarga besar Puri Agung Ubud, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, menyampaikan bahwa Puri Agung Ubud merupakan salah satu pusat sejarah pariwisata Bali yang telah berkembang sejak awal abad ke-18. Ia berharap komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam menjaga pariwisata berbasis budaya tetap konsisten ke depan.
“Beliau (Wayan Koster,red) sangat konsern untuk menjaga budaya Bali. Mudah-mudahan ketegasannya, Bali masih bisa bertahan untuk 100 tahun kedepan," harap Penglingsir Puri Agung Ubud Tjok Ace.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Bali
Berita Terpopuler
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 304 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 299 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang