Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 19 September 2026
Kerugian Banjir Bandang Buleleng Rp11,21 Miliar, 114 Rumah Terdampak
BERITABALI.COM, BULELENG.
Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Kecamatan Banjar dan Seririt pada 6 Maret 2026 menimbulkan kerugian besar. Hingga pendataan per 25 Maret 2026, total kerugian ditaksir mencapai Rp11,21 miliar.
Kerusakan paling dominan terjadi pada sektor perumahan. Sebanyak 114 rumah warga dilaporkan terdampak dengan nilai kerugian mencapai sekitar Rp858 juta.
Selain itu, fasilitas air bersih mengalami kerusakan di 11 titik dengan total kerugian mencapai Rp3,49 miliar. Infrastruktur lainnya juga ikut terdampak, seperti jalan dan jembatan yang ditaksir mengalami kerusakan senilai Rp600 juta.
Sektor irigasi menjadi yang paling parah terdampak, dengan kerugian mencapai Rp4,8 miliar. Sementara itu, dua bangunan sekolah mengalami kerusakan dengan total kerugian sekitar Rp1,24 miliar.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyampaikan bahwa penanganan pascabencana kini telah memasuki tahap pemulihan dan pemantauan. Ia menyebut kondisi di sebagian besar wilayah terdampak mulai membaik.
“Proses pemulihan sudah berjalan di hampir semua titik. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan. Namun, masih ada beberapa lokasi yang membutuhkan tindak lanjut,” ujarnya, Kamis (26/3).
Pemerintah daerah juga telah menyiapkan langkah lanjutan untuk memperbaiki berbagai infrastruktur yang rusak. Bantuan dari Pemerintah Provinsi Bali telah disalurkan guna mendukung proses tersebut.
“Data kerugian sudah kami kumpulkan. Bantuan dari Bapak Gubernur juga sudah turun, khususnya untuk penanganan infrastruktur yang terdampak,” jelasnya.
Saat ini, fokus utama diarahkan pada rehabilitasi sungai serta perbaikan jaringan irigasi sebagai upaya mencegah dampak lanjutan.
“Prioritas sekarang pada normalisasi sungai dan perbaikan irigasi," imbuhnya.
Terkait fasilitas pendidikan, perbaikan dua sekolah yang terdampak bencana direncanakan dilakukan tahun depan karena keterbatasan anggaran. Sementara ini, proses belajar mengajar masih menggunakan sistem dua shift.
"Untuk sekolah yang rusak, proses belajar mengajar sementara dilakukan dengan sistem dua shift,” terangnya.
Di sisi lain, bantuan untuk desa-desa terdampak juga telah disalurkan secara simbolis dengan total mencapai Rp1,2 miliar. Pemerintah Kabupaten Buleleng memastikan akan terus memantau kondisi di lapangan serta mempercepat proses pemulihan agar aktivitas masyarakat dapat kembali normal.
Editor: Redaksi
Reporter: bbn/rat
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 6823 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5613 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3516 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2372 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan